Perawat Disebar ke Pustu

HM. Sukiman Azmy (IST/RADAR LOMBOK)

SELONG – Pemkab Lombok Timur, akan menyebar para perawat ke Puskesmas pembantu (Pustu) yang ada. Ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan di satu tempat fasilitas kesehatan.”Kita akan pindahkan mereka dari tempat-tempat yang padat, bukan rekrutmen,” kata Bupati Lombok Timur, HM. Sukiman Azmy.


Ditegaskan, pemindahan perawat ke Pustu itu bukan dalam bentuk rekrutmen perawat baru, melainkan memindahkan perawat lama dari tempatnya tugas ke tempat yang baru.
Alasan lainnya, tidak sedikit para perawat yang hanya numpang lewat saja, yang statusnya sebagai perawat namun tidak memiliki honor.”Itu yang kami harapkan. Kalau perawat ini dipindahkan, seperti ke Pustu, Polindes atau pelayanan bagi masyarakat di Posyandu, itu yang lebih baik karena nanti bisa dianggarkan untuk gajinya,” sebutnya.

Baca Juga :  Kapal Rusak, Pasangan Suami Istri dari Jerman Diselamatkan Warga Lotim


Pada kesempatan itu, Sukiman menekankan supaya akses pelayanan kesehatan masyarakat terus ditingkatkan. Untuk mengiringi itu, pentingnya profesionalisme perawat.”Saya berharap agar perawat dapat terus meningkatkan profesionalisme, tentunya dengan dukungan DPD PPNI sebagai wadah berkumpulnya perawat Lombok Timur,” pesannya.


Penguasaan terhadap pengetahuan dan keterampilan mengimbangi kemajuan teknologi, disebut bupati sebagai bagian dari profesionalisme. Demikian pula sikap ketika melayani pasien. “ Pentingnya senyum sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat. Jadi perawat itu harus murah senyum,” ungkapnya.
Selain profesionalisme, bupati juga mengingatkan pentingnya dedikasi, loyalitas, dan prestasi agar mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Dengan kehadiran DPD PPNI Lotim ini, diharapkan dapat bersinergi dengan seluruh pihak terkait sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilayani dengan optimal.”Apabila professional, berdedikasi, loyalitas tinggi, maka masyarakatakan sayang kepada kita,” pesannya.

Baca Juga :  Tiga Rumah di Pesanggrahan Terbakar


Ketua DPD PPNI Lombok Timur, Lalu Aries Pahrozi, menyampaikan harapannya agar anggota PPNI yang merupakan tenaga honorer dapat diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Dari lebih 2.700 anggota PPNI yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lombok Timur, tercatat 1.500 orang antaranya masih merupakan tenaga honor.(cr-sid)

Komentar Anda