Penyebab Keracunan Puluhan Siswa Belum Bisa Dipastikan

KERACUNAN: Inilah kondisi para siswa-siswi di MI Al-Basiah Dusun Rembitan Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat yang sebelumnya mengalami keracunan makanan. (ISTIMEWA/RADAR LOMBOK)

PRAYADinas Kesehatan Lombok Tengah belum berani memastikan kandungan dalam makanan yang membuat puluhan siswa di MI Al-Basiah, Dusun Rembitan Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat, yang keracunan pada Rabu lalu (20/10). Pasalnya, hasil uji laboratorium terhadap makanan yang dimakan oleh siswa tersebut belum keluar.

Koordinator Surveilen Dikes Lombok Tengah, Edi Sahroji menyampaikan, ada sekitar 39 siswa yang diduga mengalami keracunan setelah memakan gorengan yang dibeli. Para korban yang sebelumnya dirawat di puksemas sudah pulang ke rumah masing-masing. “Untuk sampel makanan sudah kita antar ke Dikes Provinsi NTB. Selanjutnya kemarin dari Dikes provinsi juga sudah menyerahkan sempel itu ke BPOM untuk dilakukan pemeriksaan. Saat ini hasil dari pemeriksaan sempel itu belum keluar,” ungkap Edi Sahroji kepada Radar Lombok, Jumat (22/10).

BACA JUGA :  Gudang Barang Bekas di Montong Gamang Loteng Terbakar, Lotim Ikut Memadamkan

Pemeriksaan dilakukan dengan membutuhkan waktu berbeda-beda. Jika memeriksa bakteorologis maka membutuhkan waktu pemeriksaan yang cukup lama. Mengingat mereka membutuhkan waktu pengembangbiakan dan pendalaman untuk mengetahui persoalan itu. “Tapi untuk melakukan pemeriksaan bahan kimia yang terkandung dalam makanan itu, biasanya membutuhkan waktu selama seminggu. Jadi kita sekarang harus menunggu sekitar satu atau dua minggu baru bisa mengetahui kandungan dalam makanan yang membuat para siswa-siswi bisa mengalami keracunan itu,” terangnya.

Dengan belum keluarnya hasil laboratorium ini, maka pihaknya belum bisa menyampaikan penyebab dari keracunan itu. Apakah keracunan disebabkan faktor bahan kimia, baktiorologis atau penyebab lainnya. Karena menurutnya ada banyak faktor yang menyebabkan orang bisa keracunan. “Tapi kebanyakan kalau makanan-makanan ringan lebih banyak disebabkan karena saos. Tapi kami lihat bahan baku pembuatan makanan itu juga cukup bagus, karena bahan kering semua. Ada tepung dan lain sebagainya, tapi juga bisa disebabkan personal izin untuk penjamah makanan, karena ada kalanya kadang pembuat makanaan lalai karena pernah memegang apa kemudian langsung mengolah makanan,” terangnya.

BACA JUGA :  Pelajar Diduga Dicabuli Dukun hingga Hamil

Seperti diketahui, pada  Rabu (20/10) puluhan siswa MI Al-Basiah Dusun Rembitan Desa Mangkung Kecamatan Praya Barat mengalami keracunan makanan. Para siswa ini sebelumnya pada jam istirahat berbelanja membeli gorengan tempe ditambah saos sambal yang dijual M di halaman sekolah. Berselang 15 menit setelah memakan gorengan tempe saos sambal, para siswa-siswi tersebut merasakan gejala mual, muntah-muntah, dan pusing. Sehingga akhirnya keluarga dan warga masyarakat melarikannya mereka ke Puskesmas Mangkung untuk mendapatkan perawatan medis. (met)