Penerbangan Langsung Malaysia – Lombok Bangkitkan Pariwisata NTB

INDUSTRI HOTEL : Rencana dibukanya penerbangan internasional, Malaysia – Lombok akan mampu memulihkan industri hotel yang sempat terpuruk level terendak karena dampak pandemi Covid-19. (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Rencana pembukaan penerbangan langsung (direct flight) Kuala Lumpur, Malaysia – Lombok disambut baik oleh pelaku pariwisata, terkhusus bagi pelaku usaha perhotelan di Lombok. Ini menjadi momentum untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat di Lombok.

“Tentu dengan dibukanya penerbangan Malaysia – Lombok menjadi angin segar bagi pariwisata NTB, terlebih perhotelan dan restoran di Lombok. Terutama setelah terdampak gempa bumi menyusul pandemi Covid-19,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) NTB Ni Ketut Wolini, Jumat (8/4).

Menurutnya tidak hanya pariwisata yang akan terdampak dengan dibukanya penerbangan Malaysia – Lombok oleh Pemerintah pada 1 Mei 2022 mendatang. Tapi juga pelaku usaha yang terakomodir dalam hotel dan restoran. Para UMKM dan supplier bahan pokok yang menyokong kebutuhan hotel dan restoran pun bakal terdampak.

BACA JUGA :  4.315 Pekerja Sudah Terima Subsidi Upah

Karena seumpama hotel dan restoran bergerak maju dengan sendirinya semua ekonomi masyarakat akan bergerak. Karena hotel dan restoran ini memerlukan UMKM yang menjual sayur dan buah buahan. Jadi suplier-supler itu terakomodir di hotel.p

Terpenting lagi adalah dampaknya bagi pelaku perhotelan di Gili Tramena. Mengingat kunjungan wisatawan ke Gili Tramena datang dari mancanegara. Terbanyak adalah wisatawan dari Malaysia, menyusul kemudian kunjungan dari wisatawan negara tetangga Singapura.

“Kunjungan wisatawan di tiga gili pasti ramai. Karena kebanyakan pangsa pasar mereka mancanegara. Karena kemarin sebelum gempa itupun memang diminati oleh mancanegara,” tuturnya.

BACA JUGA :  Keren, Pedagang di Pasar Narmada Transaksi Menggunakan QRIS

Sementara itu, untuk kesiapan PHRI mengaku selalu siap kalaupun terjadi lonjakan kunjungan ke NTB, terlebih ke Lombok. Sebab selain sudah dipersiapkan sebelumnya juga sudah ada kalendernya. Apalagi dengan melandainya kasus Covid-19 juga aturan penyeberangan oleh Pemerintah yang makin lunak dan membuka peluang bagi ekonomi pariwisata NTB bergerak maju.

“Itu yang diharapkan apalagi Covid-19 ini sudah dan Pemerintah aturannya juga sudah lunak. Seperti itu merupakan daya tarik orang luar negeri berkunjung ke Lombok,” ujarnya. (cr-rat)