Pembangunan Masjid Jami’ Guru Bangkol Dikebut

DIKEBUT: Salah satu kegiatan pengeceoran tiang pembangunan Masjid Jami’ Guru Bangkol Praya.

PRAYA-Yayasan Masjid Jami’ Guru Bangkol Praya mengebut pembangunan masjid jami’ di jantung kota Praya itu.

Hal ini dimaksudkan agar perencanaan pembangunan Masjid Jami’ rampung sesuai target pada tahun ketiga. Ketua tim teknis pembangunan Masjid Jami’ Guru Bangkol Praya, Lalu Zakir mengatakan, pembangunan Masjid Jami’ saat ini sudah mencapai 25 persen. Kegiatan terakhir dilakukan pada bulan suci Ramadan ini adalah mengecor sejumlah tiang.

Pihak panitia dan yayasan melibatkan masyarakat dan jamaah pengajian untuk bergotong royong. Semua ini dilakukan sebagai bentuk semangat partisipasi umat kepada pembangunan masjid yang menjadi ikon kota Praya itu. ‘’Meski bulan puasa, jamaah tetap semangat untuk bergotong royong,’’ ungkap Zakir, kemarin (6/6).

Dia mengaku, estimasi biaya pembangunan masjid seluas 40 x 40 meter itu akan menelan Rp 26 miliar. Semua biaya itu diperkirakan akan habis sampai landscape (pemandangan). Teknisnya, pembangunan itu akan dilakukan setinggi 45 meter dari titik jalan. Rencana seterusnya pembangunan ini, akan dilakukan pemasangan untuk lantai dua. ‘’Semua biaya dari masyarakat,’’ sebutnya.

Di samping itu, tambah sekretaris takmir Masjid Jami’ Guru Bangkol Praya, HL Samsul Hilal. Program kegiatan Masjid Jami’ juga tetap jalan selama ini. Seperti pengajian rutin selama sebulan penuh di bulan suci Ramadan ini.

Pihak takmir menghadirkan sembilan orang ulama penceramah kondang. Mereka bergantian setiap hari untuk memberikan tausiyah kepada umat selama satu jam lebih. Yakni, dimulai pukul 16.00 Wita sampai pukul 17.00 Wita. ‘’Kita mulai ba’da Asar sampai kira-kira pukul 5 atau lebih,’’ ungkap Samsul.

Dia menyebut, kesembilan ulama tersebut yaitu, TGH Khairi Adnan, TGH Abdul Malik, TGH Fahrurrozi, TGH Ahmad Busyairi, TGH Ma’arif Makmun, TGH Mufti Ali, TGH Zaenal Arifin, TGH Sobri Azhari, dan Dr TGH Lalu Ahmad Zaenuri. Kesembilan ulama ini memberikan siraman rohani kepada umat.

Jamaah tak hanya bersumber dari kota Praya maupun Lombok Tengah. Melainkan juga dari Lombok Barat dan Lombok Timur. Mereka datang berbondong-bondong untuk mengaji. Karena selama ini, takmir Masjid Jami’ Praya cukup konsisten menyelenggarakan kegiatan agama tersebut. ‘’Sudah sepuluh tahun rutin kami menyelenggarakan kegiatan yang sama. Yakni, membuat pengajian selama sebulan penuh di bulan Ramadan,’’ tambahnya.

Pihakya berharap, dengan kegiatan agama seperti wawasan dan pengetahuan agama umat semakin luas. Sehingga mampu bertakwa sesuai tuntutan agama Islam. ‘’Itu harapan kami dan semoga kegiatan ini terus mendapatkan dukungan dari umat,’’ harapnya.

Ditambahkan salah seorang pengurus Yayasan Masjid Jami’ Guru Bangkol Praya lainnya, Bustomi Taifuri. Dia mengaku, dukungan masyarakat dan pemerintah untuk pembangunan Masjid Jami’ sangat penuh selama ini. Pemda telah memberikan pinjam pakai fasilitas pemerintah berupa bangunan sekolah untuk menjadi masjid sementara. ‘’Untuk itu, kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah. Dan, insya Allah tanah ini akan dihibahkan ke masjid. Dan, ini mendapatkan dukungan penuh dari jamaah dan umat,’’ ungkap Bustomi. (cr-ap)

BACA JUGA :  Pembangunan Kantor Bupati Lombok Utara Tunggu Master Plan