Pelaku Penusukan Pelajar Dikejar Polisi

CEK TKP: Sat Reskrim Polresta Mataram mengecek tempat kejadian perkara (TKP) penusukan terhadap seorang pelajar. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM – Sat Reskrim Polresta Mataram mengejar pelaku yang diduga melakukan penganiayaan terhadap salah seorang pelajar berinisial DBP (15) asal Cilinaya, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram pada Kamis malam (29/9), sekitar pukul 21.00 WITA. “Masih dilakukan pengembangan. Belum ada pelaku yang diamankan,” ucap Kasat Reskrim Polresta Mataram Kompol Kadek Adi Budi Astawa, Jumat (30/9).

Dikatakan, laporan awal yang diterima pihaknya berkaitan dengan adanya sebuah peristiwa penusukan yang terjadi di depan salah satu toko di Jalan Bung Karno, Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, Kota Mataram. “Kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan terhadap CCTV yang ada,” katanya.

Dalam rekaman CCTV, ditemukan sejumlah orang yang tengah berkumpul dan berbincang. Namun itu tidak berlangsung lama, mereka segera bubar. “Setelah bubar itu, ada peristiwa penusukan atau penganiayaan yang terjadi,” sebutnya.

Baca Juga :  Saksi Sebut Mandari Pengedar Sabu Kelas Berat

Untuk orang yang diduga melakukan penusukan tersebut, belum ditemukan identitasnya secara pasti. Begitu juga dengan kelompok mana yang melakukan penyerangan, belum diketahui. “Kami belum bisa mendefinisikan kelompok mana yang melakukan itu. Kami masih melakukan pendalaman,” imbuhnya.

Dalam peristiwa itu, ada dua korban yang mengalami luka. Satu orang luka akibat tusukan di bagian tubuh dan satu korban lagi terkena tusukan dan sayatan di bagian kepala akibat senjata tajam. “Ada orang dewasa dan masih pelajar korbannya. Yang dewasa itu kena tusukan dan sabetan, sedangkan yang anak kena tusukan,” ucapnya.

Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit. Dan saat ini, masih ada satu korban yang belum dipulangkan, yakni yang terkena tusukan dan sayatan tersebut. “Korban yang sudah dewasa ini masih dirawat di rumah sakit. Untuk korban lainnya itu sudah dipulangkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Curian Dilelang Murah, Uangnya untuk Beli Miras

Peristiwa yang dikategorikan masuk dalam penganiayaan ini, belum diketahui secara pasti apa motifnya. Karena dari keterangan para saksi yang dihimpun, belum menunjukkan adanya kesinkronan. Begitu juga dengan apa permasalahan yang mendorong terjadinya peristiwa tersebut. “Kami belum bisa menyimpulkan apa permasalahan yang terjadi sebenarnya, karena keterangan dari saksi belum sinkron,” sambungnya.

Ditegaskan Kadek Adi, setelah kejadian tersebut, tidak ada aksi penyerangan antarkelompok lagi yang terjadi. Atas adanya peristiwa itu, diimbau kepada orang tua untuk terus mengawasi dan mengontrol anak-anaknya. (cr-sid)

Komentar Anda