Pelaku Balap Liar dan Perang Petasan Diamankan

DIAMANKAN: Para pelaku perang petasan diamankan di Mapolresta Mataram. (IST FOR RADAR LOMBOK)

MATARAM–Polresta Mataram berupaya memberikan kenyamanan maksimal untuk masyarakat dalam melaksanakan ibadah selama Ramadan. Untuk itu, balap liar dan perang petasan yang masih menjadi gangguan utama di Kota Mataram ditindak.

Setelah sebelumnya diamankan 14 pelaku balap liar, Tim Gabungan Polresta Mataram kembali mengamankan 5 pembalap liar. Seluruhnya digelandang Polisi ke Mapolresta Mataram untuk dimintai keterangan. Selain itu 3 sepeda motor yang digunakan turut diamankan. “Dini hari tadi. 5 orang kami amankan di dua lokasi berbeda di Kota Mataram,’’ ungkap Kapolresta Mataram Kombes Pol Heri Wahyudi, Minggu (18/4).

Patroli gabungan dimulai sejak Sabtu (17/4) sore dengan menurunkan puluhan personel dari seluruh fungsi. Lalu beranjak sampai ke malam hari menyisir tempat yang digunakan sebagai lokasi balap liar, balap lari maupun perang petasan atau mercon. Seperti di Jalan Langko, Jalan Udayana, Jalan Baru Monjok, Jalan Baru Tohpati, Turida dan Punia.

Kemudian Minggu (18/4) dini hari sekitar pukul 00.00 WITA, informasi didapati petugas tentang adanya balap liar di dua lokasi berbeda. Yakni di Jalan Airlangga dan Punia. Informasi ini benar adanya. Puluhan orang yang memadati lokasi balap liar lari berhamburan. Petugas kemudian mengamankan 5 pembalap liar. Seluruhnya beserta 3 sepeda motor yang digunakan diamankan ke Mapolresta Mataram. “5 orang ini kami amankan di Jalan Airlangga dan Punia. Sekarang sedang kita proses,’’ bebernya.

BACA JUGA :  Bawa Kondom, Oknum Pelajar Diamankan Pol PP

Pemeriksaan singkat digelar petugas, adapun 5 orang yang diamankan tercatat masih anak di bawah umur, 4 orang dari Desa Perampuan, Lombok Barat. Sisanya dari Mataram Timur, Kota Mataram. Fakta ini seakan mengulangi pembubaran balap liar sebelumnya. Di mana pelaku yang diamankan petugas masih anak di bawah umur. “Iya dari 5 orang yang kita amankan itu, 4 masih anak-anak,’’ katanya.

Seluruh pelaku yang diamankan menjalani pemeriksaan di ruang pidana umum (pidum) Satreskrim Polresta Mataram. “Semuanya kita masih mintai keterangan. Nanti kita sampaikan hasil,’’ tukasnya.

Berikutnya di Minggu pagi, sekitar pukul 05.30 WITA. Kepolisian mempertebal pengawasan dengan mendatangi Jalan Udayana. Menurunkan Personel Sat Samapta, Polresta Mataram mengantisipasi terjadinya perang petasan yang kerap terjadi. Karena tidak hanya membahayakan warga sekitar. Tapi perang petasan ini mengganggu dan membahayakan pengguna jalan. Benar saja perang petasan masih terjadi. Bunyi ledakan petasan mengganggu dan membahayakan. Pelaku perang petasan pun cukup nekat dan tidak mengindahkan imbauan petugas. Sempat juga terjadi saling kejar antara petugas dan pelaku perang.

BACA JUGA :  Gubernur Ingatkan Warga NTB Waspadai Investasi LBC/LTC

Hasilnya, 11 pelaku perang petasan di Jalan Udayana diamankan dan dibawa ke Mapolresta Mataram. “Ini ada 11 pemain perang petasan yang kita amankan. 9 orang masih anak-anak dan 2 orang dewasa. Tindakan mereka itu membahayakan,’’ ungkapnya.

Heri menjelaskan, Kepolisian selanjutnya akan mengundang seluruh orang tua. Baik orang tua pelaku balap liar maupun perang petasan yang diamankan. Tak ketinggalan, masing-masing Kepala Lingkungan juga diminta hadir. “Yang jelas ini akan kita tindak. Harus ada efek jera supaya tidak lagi menggelar balap liar. Karena mereka taruhan juga. Kemudian juga yang perang petasan ini kita atensi penuh,’’ tegasnya. (der)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaBocah 2 Tahun Meninggal di Dalam Sumur
Berita berikutnyaPertamina Hapus Subsidi Premium dan Solar