Pasca Bom Bunuh Diri, Pengamanan Markas Polisi Diperketat

PENGAMANAN KETAT: Pasca tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu lalu (7/12), penjagaan di Mako Polres maupun Polsek diperketat. Tampak para personel Polresta Mataram sedang berjaga di depan Mako Polresta Mataram, lengkap dengan senjata. (ROSYID/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Polres dan Polsek jajaran dibawah Polda NTB semakin memperketat pengamanan di Markas Komando (Mako) masing-masing, pasca tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, Rabu lalu (7/12).

Seperti tampak pengamanan yang dilakukan di Mako Polresta Mataram. “Apa yang kami lakukan ini guna meningkatkan kewaspadaan dan pelayanan kepada masyarakat,” terang Kapolresta Mataram, Kombes Mustofa, Kamis (8/12).

Pengamanan yang dilakukan ini lanjutnya, dalam upaya mengantisipasi terjadinya aksi teror. Kepada para personel yang melakukan pengamanan, diarahkan untuk selalu waspada, jeli serta peka terhadap situasi.

“Terhadap personel yang berjaga, kami minta untuk meningkatkan penjagaan terhadap masyarakat yang akan masuk,” katanya.

Bagi masyarakat yang akan masuk ke Mapolresta Mataram, akan dipastikan dengan betul-betul apa yang menjadi tujuannya. Untuk barang bawaan oun, akan dilakukan pengecekan.

“Saya pastikan, pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan seperti biasa dan tidak akan terganggu,” sebutnya.

Terhadap personel yang berjaga, dibekali dengan perlengkapan yang sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, seperti para personel yang memakai helm, rompi anti peluru dan buddy system. “Pengaman akan dilakukan secara ketat dan sesuai SOP,” ujarnya.

Memperketat penjagaan juga dilakukan Polres Sumbawa dan Polsek jajaran. Tujuannya sama, yaitu mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan pasca danya bom bunuh diri di Polsek Astana Anyar, Bandung.

Baca Juga :  PPKM Darurat Diperpanjang

“Sesuai perintah Kapolres Sumbawa AKBP Henry Novika, agar seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keamanan Mako masing-masing,” ucap Kasi Humas Polres Sumbawa AKP Sumardi.

Sejauh ini, dipastikan situasi masih aman dan terkendali. Untuk itu, diharapakan kepada masyarakat agar tidak panik dan mudah termakan oleh isu-isu bohong yang beredar. “Saat ini situasi terkendali, masyarakat tetap tenang dan jangan panik,” jelasnya.

Bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar, Bandung, Jawa Barat, juga membuat Ketua Harian Nasional Partai Perindo, TGB HM Zainul Majdi geram. Partai Perindo mengutuk tindakan yang memakan korban jiwa ini.

“Tidak dibenarkan oleh agama manapun tindakan bom bunuh diri ini. Partai Perindo mengutuk keras,” kata TGB, yang didampingi Ketua Bidang Hukum Tama S Langkun, dan Ketua Bidang Tetitori Najmul Akhyar.

Mantan Gubernur NTB itu mengungkapkan, pemboman yang dilakukan di kantor polisi itu bertentangan dengan nilai yang dianut baik agama, kebangsaan, dan nilai kemanusiaan. “Kita di Indonesia disemai dengan nilai mulia, diantaranya adalah persaudaraan dan kemanusiaan. Semua nilai itu dinafikan dengan pemboman itu,” ujarnya.

Partai Perindo, lanjut TGB, meminta kepada seluruh perangkat negara dan seluruh masyarakat untuk mengambil langkah yang diperlukan, jangan lagi terjadi kembali pemboman seperti itu.

Baca Juga :  Rp 2,3 Triliun Mengendap di Bank, Pemda NTB Dinilai Lelet Belanja

“Sudah cukup terorisme, aksinya destruktif. Ini bukan hanya kemarin, sebelum-sebelumnya dengan korban jiwa ratusan orang,” tegasnya.

Ketua umum PB NWDI mengajak semua elemen di Indonesia menyuarakan penolakan pada aksi bom bunuh diri seperti ini. Perangkat negara harus menjalankan tugasnya secara maksimal dan memberikan proteksi kepada warga negara.

“Berikan rasa aman dan menindak tegas yang memang nyata-nyata memenuhi unsur delik terorisme. Kalau sudah nyata pasal terorisme segera ditindak tegas,” ucap TGB.

Dari surut pandang agama, dia mengatakan, bom bunuh diri ini dikecam dalam pandangan Islam. Rasulullah Muhammad SAW lebih dari satu kesempatan menekankan seorang muslim harus menjaga dirinya, termasuk juga orang di sekelilingnya.

“Oleh sebab itu segala hal yang membuat orang lain terganggu kenyamanan, keamanan, apalagi hidupnya itu bertentangan dengan Islam. Saya yakin agama lain juga begitu,” katanya.

Karena itu di Indonesia yang subur dengan nilai agama tak memiliki tempat untuk terorisme. Lebih lanjut, TGB juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban meninggal maupun luka-luka akibat bom bunuh diri.

Ia pun menyampaikan Aiptu Sofyan yang wafat akibat bom bunuh diri adalah seorang pahlawan. “Beliau meninggal syahid saat bertugas. Kita doakan beliau dan seluruh korban,” tandasnya. (cr-sid/yan)

Komentar Anda