Mahasiswa Tolak Rencana Pembangunan Kereta Gantung Rinjani

TOLAK : Puluhan mahasiswa Lombok Timur berdemo menolak rencana pembangunan kereta gantung di Rinjani kemarin. (M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Puluhan mahasiswa menggelar demo, Selasa (28/6). Mereka menolak rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Rinjani. Mereka mendatangi kantor DPRD Lotim. Mereka meminta tuntutan mereka diteruskan oleh dewan ke Pemprov dan pusat.” Kereta gantung yang akan dibangun di kawasan Rinjani akan menyebabkan kerusakan hutan, terlebih kajian secara amdal dan lainnya belum jelas. Masih banyak kejanggalan-kejanggalan pada kereta gantung ini sehingga kita minta Pemprov NTB mengkaji ulang,” kata koordinator mahasiswa, Jundi Arzaki.

Mereka juga meminta Pemprov NTB membuka secara terang Amdal yang saat ini sedang dibahas, dengan kajian yang sangat dalam agar tidak merugikan masyarakat sekitar.  Jika kereta gantung ini dibangun jelas itu akan mengancam keberlangsungan hidup para porter.” Kita tidak ingin hutan kita dieksploitasi. Kereta gantung akan menimbulkan dampak negatif. Dan secara langsung akan berimbas ke Kabupaten Lotim baik dari segi ekonomi masyarakat sekitar gunung yang mengandalkan penghasilan dari pendakian maupun kerusakan hutan di pegunungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapal Pesiar akan Disiagakan untuk Mendukung Event MotoGP

Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Daeng Paelori, yang menerima mahasiswa, mengatakan pembangunan kereta gantung itu masih dalam wacana. Kalau pun akan dibangun tentu juga harus memperhatikan dampaknya.”Dampak negatif perlu dibahas, percuma membangun jika merugikan masyarakat dan dampak positifnya juga tidak banyak,” tegasnya.

Baca Juga :  21 Desa Wisata Masuk 500 Besar ADWI 2022

Ia berjanji tuntutan mahasiswa akan ditindaklanjuti. Termasuk juga akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan Pemprov untuk membahas lebih dalam soal ini.” Hal itu agar dampak negatif dari pembangunannya tidak merembet ke wilayah lain.  Makanya kita akan bahas ini dengan instansi terkait agar semuanya menjadi lebih jelas,” tutupnya.(lie)