Optimis Ekonomi NTB 2022 Bisa Tumbuh 5,8 Persen

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah bersama Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji. (IST/ RADAR LOMBOK)

MATARAM – Pemerintah Provinisi NTB optimis pertumbuhan ekonomi pada 2022 mendatang akan naik dengan prediksi di angka 5,8 persen. Karena pada triwulan IV diyakini akan mengalami kenaikan cukup bagus lantaran didukung dengan adanya event WSBK di Sirkuit Mandalika, Lombok.

Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, pada 2022 NTB optimis bakal naik ekonomi yang prediksinya 5,8 persen tercapai. Untuk bisa tercapai kuncinya memang satu inovasi dan sinergi. Tidak ada yang tidak bisa dilakukan di tengah keterpurukan, tekanan dan beban berat tanpa inovasi. Di mana ini bisa direalisasikan di NTB.

“Jadi betapa sinergi ini menjadi energi yang luar biasa. Bagaimana kekompakan pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota juga ujung tombaknya untuk pertumbuhan ekonomi NTB,” tutur Hj Sitti Rohmi Djalilah, Rabu (24/11).

Dikatakanya, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota terus dilakukan, melihat potensi-potensi dan peluang-peluang yang ada di berbagai sektor agar dapat dimaksimalkan. Baik itu, pertanian, perkebunan, perikanan dan industri kreatif, semua sektor tersebut mempunyai potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi didaerah.

BACA JUGA :  Tren Pertumbuhan Ekonomi Mulai Membaik

“Tinggal bagaimana kita betul-betul bisa memanfaatkan peluang ini dengan sebaik-baiknya contoh tadi vanili baru terisi terisi 10 persen opportunity jadi 90 persen nya masih kita punya lahan sangat leluasa sekarang mau di mana

lagi nih tanam vanili, agar dapat jadi powder,” jelasnya.

Artinya komoditi vanili dapat dikirim dalam bentuk olahan jadi dan tidak dikirim dalam bentuk mentah. Jika memang diolah didalam daerah, maka peluang tersebut harus dapat diambil dan dikembangkan menjadi industrialisasi.

“Yang selalu disampaikan oleh pak gubernur di setiap kesempatan edit value, jangan kirim mentah-mentah, seperti cabai, bawang apapun itu harus kita dapatkan baru dikirim,” imbuhnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB Heru Saptaji mengatakan, seluruh indikator perekonomian di provinsi NTB pada saat itu menunjukkan arah yang positif. NTB saat ini masih lebih baik dari 2020, ketika di triwulan I 2021 masih terkontraksi – 1, 17, kemudian triwulan III munculnya varian delta. Di mana ketika sebagian besar daerah kembali mengalami kontraksi.

BACA JUGA :  Investor Malaysia Ikut Kelola Gili Tangkong

“Tapi kita tetap tumbuh walau dia tertahan oleh pandemi. Pada triwulan III 2021 optimis. Mobilitas masyarakat sudah terjadi, vaksinasi sudah sangat bagus, pengendalian covid sudah sangat baik,” ujarnya.

Menurutnya, ini harusnya menjadi momentum bagi NTB untuk bergegas, apalagi menyambut WSBK kemarin. Karena dampaknya bisa dirasakan, asesmen ekonomi itu terlihta dari akomodasi transportasi semuanya habis, hotel terisi penuh. Di mana ini menjadi kepercayaan bagaimana NTB mempunyai potensi ekonomi yang baik.

“2022 pertambangan akan kembali pulih, duitnya juga akan kembali, produksinya akan naik yang ketiga kita punya sektor pariwisata berkelas dunia terbaik. Kemudian tumbuh dengan baik ini otomatis sektor perdagangan nya akan tumbuh kembali,” jelasnya. (dev)