OPD Diminta Sigap Tangani Dampak Bencana

RUSAK : Jematandi Desa Desa Pengadangan rusak oleh banjir beberapa waktu lalu. (Dok/Radar Lombok )

SELONG – Bencana banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah wilayah di Lombok Timur beberapa hari lalu menyebabkan terjadinya kerusakan baik rumah warga maupun fasilitas publik. Hal ini menjadi atensi Bupati Lombok Timur, HM.Sukiman Azmy, kemarin.

Sukiman meminta OPD terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) termasuk Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) untuk sigap menyikapi dampak atau kerusakan dari bencana tersebut. Seperti kerusakan jembatan Yatofa yang menghubungkan desa Lendang Belo dengan Desa Montong Betok, pemasangan bronjongan di Joben, perbaikan jembatan loyok, jembatan menuju Ponpes Syaikh Abdurrahman di Marang Kotaraja, dan perbaikan jembatan penghubung Desa Tetebatu dan Tetebatu Selatan.”Kita minta PUPR dan BPBD melakukan survei kondisi kerusakan di wilayah yang terdampak bencana. Dalam satu minggu ke depan  kita telah menerima anggaran untuk penanggulangan dampak bencana,” ungkap Sukiman.

Baca Juga :  Pemprov Bakal Cicil Anggaran Pilkada 2024

Di sisi lain sisa dana tak terduga untuk penanganan bencana di tahun ini terbilang sudah sangat menipis. Sisa anggaran tidak cukup untuk memperbaiki berbagai kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana banjir yang tersebar di beberapa titik tersebut. Di tengah keterbatasan anggaran tersebut penanganan atau perbaikan kerusakan ini akan disesuaikan dengan skala prioritas.”Untuk memaksimalkan kerusakan itu kita juga meminta BPBD dan PUPR membuat kajian untuk diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Terlebih lagi kita harus melakukan normalisasi Otak Kokok Joben termasuk juga membuat pemecah gelombang, serta tanggul yang sudah rusak di Labuhan Lombok,” terang Sukiman.

Baca Juga :  Pengedar Sabu asal Sekarteja Diringkus

Selain masalah kerusakan akibat bencana banjir, Sukiman juga menyinggung terkait penanganan kebutuhan air bersih bagi warga. Ia mengatakan meski saat ini telah memasuki musim hujan namun masih ada warga yang membutuhkan bantuan air bersih. Diantaranya di Kecamatan Keruak dan Jerowaru.”Jangan sampai masyarakat kita mempertanyakan keberadaan pemerintah dalam kondisi seperti ini,” tutup Sukiman.(lie)

Komentar Anda