Kemarau, Krisis Air Bersih Mulai Mengancam

KEKERINGAN : Musim kemarau menyebabkan sejumlah wilayah di Lotim mulai terancam kekeringan. (M. Gazali/RADAR LOMBOK)

SELONG – Kekeringan di Lombok Timur mulai mengancam. Pemkab mulai mengantisipasi dampak kekeringan berupa krisis kebutuhan air bersih bersih terutama di wilayah selatan.

Di Lotim sendiri ada beberapa kecamatan yang dipetakan rawan kekeringan seperti Jerowaru, Keruak, Sakra Barat, Sakra Timur termasuk Terara. Begitu juga di bagian Timur seperti Sambelia, Sembalun termasuk Suela. Berbagi upaya telah dilakukan Pemkab Lotim  untuk mengatasi kekeringan ini. Baik itu melalui  kebijakan jangka pendek seperti menyalurkan bantuan air bersih maupun melalui program jangka panjang berupa pembuatan sumur bor dan mencari sumber mata air.” Upaya penanganan wilayah yang terkena dampak kekeringan tahun ini tetap sama seperti tahun sebelumnya,” kata Kepala BPBD Lotim, Toni Satria Wibawa, kemarin.

BACA JUGA :  Tahun Ini Target Investasi di Lotim Sebesar Rp 3 Triliun

Anggaran penanganan kekeringan tahun ini juga telah disiapkan sepenuhnya oleh Pemkab Lotim. Dimana sumber  anggaranya yaitu melalui Dana Tidak Terduga (DTT). Tapi Toni tidak menyebutkan secara rinci nominal anggaran yang telan disiapkan di tahun ini.”Besaran anggaran yang kita butuhkan nanti akan kita sesuaikan dengan kondisi yang kita hadapi di lapangan,” terang Toni.

BACA JUGA :  Honorer Diprioritaskan Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Yang pasti dari anggaran yang ada pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin dalam melayani kebutuhan air bersih bagi warga di wilayah yang terkena dampak.  Begitu juga kesiapsiagaan petugas yang bisa diturunkan kapan pun untuk menjangkau layanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat di wilayah yang terkena dampak.” Untuk saat ini kita masih belum menerima laporan adanya wilayah yang terkena dampak kekeringan,” tutup Toni.(lie)