Siswa Baru SMPN 6 Jonggat Hanya Empat Orang

MINIM SISWA: SMP Negeri 6 Jonggat yang minim siswa yang mendaftar karena kalah saing dengan sekolah swasta, Selasa (19/7). (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYAMemasuki tahun ajaran baru kalender pendidikan, ternyata Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Jonggat di Desa Labulia Kecamatan Jonggat sepi peminat. Pasalnya, sejak pendaftaran peserta didik baru dibuka sampai mulai pembelajaran. Ternyata jumlah siswa yang masuk hanya mencapai empat orang saja.

Sementara untuk jumlah siswa secara keseluruhan di SMP tersebut mencapai 16 orang. Pihak sekolah mengakui bahwa kondisi ini disebabkan SMPN 6 Jonggat kalah bersaing dengan sekolah swasta di sekitarnya. Di samping itu, para orang tua juga lebih memilih menyekolahkan anak mereka ke madrasah atau pondok pesantren.

Kepala SMP Negeri 6 Jonggat, M Zaki Nurjam mengakui, tahun ajaran baru 2022/2023 ini jumlah siswa yang ada hanya empat orang saja. Pihak sekolah sudah berupaya maksimal agar para peserta didik bisa mendaftar di sekolah itu, sehingga pihaknya juga meminta peran dari pemda untuk membantu dalam mensosialisasikan sekolah tersebut kepada masyarakat. “Makanya kami meminta pemerintah daerah untuk membantu mensosialisasikan ke masyarakat agar mereka bisa mengarahkan anak mereka masuk ke SMP Negeri 6 Jonggat. Sebenarnya tahun ajaran baru saya lihat di data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memang yang mendaftar ada 5 orang, hanya saja ada satu orang yang cabut berkas karena orang tuanya ada di Denpasar,” ungkap M Zaki Nurjam, Selasa (19/7).

Baca Juga :  Jaksa Endus Adanya Pungli di BLUD RSUD Praya

Peserta didik yang orang tuanya di Denpasar ini lebih memilih mengikuti orang tuanya dan bersekolah di Denpasar sehingga jumlah siswa VII hanya 4 orang saja. Sementara untuk kelas VIII ada enam orang dan kelas IX ada enam orang. “Makanya jumlah siswa kita hanya 16 orang untuk saat ini dari kelas tujuh hingga kelas sembilan,” tambahnya.

Baca Juga :  Rusak Parah, Dermaga Apung Tak Berfungsi

Lebih jauh disampaikan tidak bisa dipungkiri bahwa permasalahan yang dihadapi terkait minimnya murid ini tidak jauh berbeda dengan sekolah lainnya. Terlebih pihaknya menilai banyak masyarakat yang dianggap mulai demam ponpes. Di satu sisi, kesadaran masyarakat untuk rasa memiliki terhadap SMP Negeri 6 Jonggat dianggap masih kurang. “Jadi sekarang masyarakat kurang simpati, makanya harapan kita agar sosialisasi digencarkan. Karena saya merasa jika sosialisasi ini yang agak kurang di masyarakat sekitar sekolah. Padahal sekolah ini sudah ada puluhan tahun,” tambahnya. (met)