MLBI Dukung Trawangan Jadi Destinasi ‘Ecotourism’

CAT CIDOMO : PT MLBI dan para pengusaha lain ramai-ramai mengecet cidomo dongol milik warga setempat di lapangan (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) menyanjung kesadaran masyarakat yang ada di Gili Trawangan dalam menjaga lingkungan dan mempertahankan khazanah budaya lokal.

Melihat geliat tersebut, pihak MLBI sangat mendukung Gili Trawangan supaya bisa menjadi destinasi ecotourism di Indonesia. Konsep ecotourism salah satu konsep yang memiliki daya jual di dunia. Karena, yang menjadi perhatian di dunia saat ini mulai kembali ke alam. Oleh karena itu, Gili Trawangan ini sangat perlu mendapatkan dukungan dari berbagai elemen termasuk para pengusaha. “Perusahaan Multi Bintang sangat dekat dengan dunia pariwisata. Untuk itu, kami sudah memiliki agenda tourism untuk terlibat mempromosikan Indonesia ke dunia dan menyokong terhadap pendidikan pariwisata, karena bisnis yang kami jalan tourism bagian dari kehidupan bisnis kami,” kata Direktur Hubungan Korporasi PT MLBI Bambang Britono seusai membuka kegiatan sosialisasi I Support Healty Cidomo yang berlangsung di lapangan Gili Trawangan, Jumat (20/1).

Menurutnya, konsep ecotourism saat ini memiliki daya jual di mata dunia. Konsep itu tentu memiliki kualifikasi atau kreteria  khas pada area pariwisata. Dan ciri khas itu menjad ikon dan daya saing di pariwisata dunia. Jika menengok ke Gili Trawangan, konsep ecoturism itu sendiri telah lama dilakukan oleh masyarakat setempat. Dengan konsep yang dimiliki tersebut, pihaknya sangat bangga terhadap masyarakat yang ada di gili. Sebab, mereka memiliki keinginan untuk mempertahankan transportasi tradisional berupa cidomo. “Jika dimasukan transporasti lain maka akan menjadi emisi. Dan ini harus bisa dipertahankan, karena masyarakat sudah susah payah mereka mempertahankannya,” tegasnya.

Selain itu, kebersihan juga sangat penting. Dan sudah banyak inisiatif yang muncul langsung dari masyarakat. Oleh karena itu, perlu melibatkan seluruh komponen masyarakat. Kegiatan kecil sperti ini diharapkan mampu memberikan dampak terhadap masyarakat. Ia pun akan berupaya mengajak dunia usaha yang lain. Pihaknya melihat sebagai salah satu perusahaan di bagian pariwisata, kenapa tidak menyokong atau mendukungnya. Apabila pengusaha-pengusaha lain bergerak maka diharapkan akan muncul pengetahuan baru bagaimana merawat cidomo maupun lingkungan. “Jika ikut untuk membantu gili tentu dampaknya akan lebih besar. Makanya kami berbuat terlebih dahulu dengan menghadirkan rekan-rekan bisnis hari ini (kemarin,” terangnya.

[postingan number=3 tag=”trawangan”]

Dikatakan, PT MLBI salah satu perusahaan yang bergerak pada bisnis berkelanjutan, maka apa yang dilakukan saat ini harus bisa berkelanjutan pada eko sistem usaha maupun eko sistem alam. Kedepan, kegiatan seperti ini akan terus dilakukan, malah mungkin pihaknya akan melihat apa yang menjadi kebutuhan di gili. Diakui, bahwa pihaknya tidak bisa bergerak sendiri, bagaimana supaya bisa merangkul pemerintah daerah dan usaha lainnya. “Ada rekan bisnis saya di Jakarta pada kosmetik, di kosmetiknya itu dituliskan sebuah tema dalam bisnis gili trawangan. Karena, Gili Trawangan sudah mulai menarik. Kegiatan-kegiatan yang kita dilakukan bersama telah menjadi magnet. Apabila akan banyak perusahaan-perusahaan yang mempromosikan gili, saya yakin gili bisa menjadi contoh eko tourism yang terwujud,” harapnya.

Menurutnya, ada tantangan utama yang perlu diantisipasi yaitu perilaku manusia. Jika masyarakat tidak mampu merawat dan lebih mementingkan sektor ekonomi saja, maka kedepan gili bisa tidak menarik. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan. Untuk diketahui, para turis di seluruh dunia ketika hendak pergi melancong ke obyek wisata. mereka terlebih akan melihat melalui scening kawasan. Mereka harus melihat apa yang menarik ke tempat tujuannya. Dan sorotan yang pertama kali dilihat adalah rasa aman dan nyaman. “Apa yang kita dapatkan pada alam harus bisa dijaga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT) Acok Zaini Bassok, pihaknya siap mendukung Gili Trawangan menjadi eko tourism. Dan pihaknya berharap kedepan agar melanjutkan kegiatan serupa, terutama persoalan sampah. “Kita siap mendukung dan kami ucapkan terima kasih terhadap perusahaan PT MLBI kepeduliaan di Gili Trawangan,” katanya dengan singkat.

Kepala Desa Gili Indah HM. Taufik menyampaikan, kegiatan kedua kali yang dilaksanakan PT MLBI sangat membantu masyarakat dalam memberikan pengetahuan bagaimana menjaga dan mempertahankan khazanah budaya berupa transporasti tradisional cidomo. Diakui, bahwa pemerintah sudah sering meminta kepada masyarakat agar mengubah transportasi tersebut, namun masyarakat dan pemerintah desa tetap menolak. Karena, dengan adanya transportasi ini masyarakat bisa menjaga lingkungan dari polusi berkendara. “Dan kegiatan ini sudah menular ke dua gili yaitu meno dan air,” terangnya.

Kemudian, persoalan sampah para pemuda di gili telah memiliki agenda setiap minggu berkeliling membawa karung ke gili, ketika melihat sampah berserakan mereka langsung memungut dan memasuka ke karung untuk dibuang pada tempatnya. Hanya saja, yang masih menjadi sedikit persoalan supaya mengkandang hewan ternak berupa sapi dan kambing agar tidak mengganggu pariwisata. (flo)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid