Mensos Minta Pengungsi Banjir Bandang Dipindahkan

DATANGI KORBAN: Mensos Tri Rismaharini didampingi Wagub NTB, Bupati Lombok Barat melihat lokasi untuk para pengungsi yang lebih aman bagi para korban di Desa Batulayar Barat. (ZULFAHMI/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG – Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta agar pengungsi banjir bandang di Dusun Batulayar Utara Desa Batulayar Barat Kecamatan Batulayar dipindahkan ke daerah yang lebih aman dari bencana banjir dan longsor. Ini diminta oleh Menteri setelah melihat kondisi tempat para pengungsi di posko pengungsi sangat rawan diterjang banjir dan longsor ketika hujan turun lagi.

Saat kunjungan ke tempat banjir bandang, Menteri mengusulkan agar para pengungsi dipindahkan ke tempat yang lebih aman. “Di atas sana, dekat dengan bukit kalau di sini lebih aman,” kata Risma.
Dari hasil evaluasi, zona pengungsian yang sekarang ini masih dianggap belum aman karena di dekat posko pengungsi ada bekas longsoran. “Kita cari tempat yang lebih aman, di tempat ini lebih aman dibanding tempat yang tadi,” tegasnya.
Lokasi yang diinginkan Menteri menjadi tempat pengungsian memang lokasi lebih aman, tetapi jauh dari rumah warga. Menteri berharap saat hujan atau para pengungsi saat malam hari tinggal di posko pengungsian. “Kita akan siapkan kebutuhan tempat tinggal sementara sesuai dengan standar PBB, karena ini akan berlangsung hingga satu atau dua bulan warga ada di pengungsi sampai ada dinyatakan kondisi aman,” tegasnya.

BACA JUGA :  PKS Tetap Prioritaskan Zul-Rohmi

Pihaknya juga menyiapkan tenda yang nyaman untuk pengungsi seperti korban bencana gunung meletus di Semeru. Di mana bahannya tidak panas. Ketika panas, suasananya tidak panas sehingga waktu siang pun warga bisa berteduh dengan nyaman. Tenda ini memiliki jendelanya bisa dibuka dan bisa untuk keluarga. Terkait berapa tenda yang disiapkan, tergantung hitugan dari pihak pemda dan desa. Kalau memang kurang, pihaknya akan datangkan dari Bali dan Bekasi. “Tapi sementara ini sudah diidentifikasi, ada di dinas tiga dan balai ada dua. Jadi lima tenda. Itu masing-masing kapasitas 20 orang. Nanti kita siapkan selimut dan fasilitas untuk anak-anak,” jelas Mensos.
Fasilitas lain yang akan disiapkan adalah MCK atau toilet darurat. “Nanti kami akan datangkan MCK (Toilet) portabel kesini” ujarnya.

Warga menuturkan, selama tinggal di lokasi pengungsian dari sisi logistik seperti sembako, makanan dan pakaian layak sudah tersedia memadai. Hanya saja yang belum tersedia memadai toilet, autan dan obat nyamuk serta air bersih. Terdapat 106 KK yang mengungsi di Dusun Batulayar Utara.
Saat berkunjung ke lokasi banjir, Mensos juga bertemu dengan anak-anak korban yang ada di pos pengungsi, dan bermain bersama anak-anak. Selain datang ke Batulayar, Mensos juga datang ke Desa Kekait untuk melihat langsung bagaimana kondisi para korban yang ada di Desa Kekait Lombok Barat.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Lobar Hj Made Ambaryati mengatakan, untuk penanganan pelayanan kesehatan bagi korban bencana di pengungsian. Pihaknya menerjunkan semua petugas puskesmas di dua kecamatan yakni Kecamatan Batulayar dan Gunungsari. Termasuk tim mobile PSC Dinas Kesehatan Lobar. “Mereka mengeluh di pengungsian masalah air bersih dan toilet. Kalau makanan dan sembako sudah berlimpah. Dapur umum sudah ada,” kata Ambar.

BACA JUGA :  Enam Kapolres di NTB Dimutasi

Untuk penanganan sumur warga, pihaknya sudah drooping kaporit untuk sumur masyarakat. Bagi warga yang sakit sudah diobati dan yang tidak mengeluh sakit diberikan vitamin. Ia berharap, kalau ada yang memberikan bantuan agar memberikan autan atau obat nyamuk. “Karena kalau kami di gudang obat tidak ada obat-obatan bebas seperti obat nyamuk,” ujarnya.

Selain itu lanjut dia, perlu juga bantuan untuk balita diberikan PMT agar gizinya terjaga. (ami)