Mengunjungi Destinasi Baru Pariwisata Lombok Tengah

Masih Perawan, Dikembangkan Warga Secara Swadaya

Destinasi Baru Pariwisata Lombok Tengah
MEMUKAU : Seorang wisatawan tengah menikmati view indah dari ketinggian Bukit Tengak di Kecamatan Pujut. (Sudir/Radar Lombok)

Ada banyak destinasi wisata di Lombok Tengah yang belum dieksplor. Destinasi-destinasi baru ini butuh sentuhan pemerintah agar ramai dikunjungi wisatawan.


SUDIRMAN-LOTENG


Pemandang indah bisa disaksikan dari ketinggian 625 Dpl  Bukit Tengak di Dusun Rojet Desa Bangket Parak Kecamatan Pujut Lombok Tengah. Ya, ini adalah destinasi wisata yang tergolong baru dan dikembangkan oleh warga sekitar.

Memasuki kawasan Bukit Tengak di Dusun Rojet, rindang mulai terasa. Sepanjang jalan pohon masih alami dan batu ukuran besar masih terjaga.

BACA JUGA: Menikmati Sunset di Pantai Batu Bolong Batulayar

Menurut dongeng, Bukit Tengak dan Bukit Pujut menjadi satu kesatuan disebabkan karena pada zaman dulu seorang yang bernawa Kengkang mengangkat dua bukit ini. Dalam perjalanan, kayu yang dipakai Kengkang patah dan hasilnya Bukit Tengak dan Bukit Pujut berada di tempat sekarang ini. Inilah menjadi salah satu alasan kenapa Bukit Tengak dan Pujut berada di tengah hamparan sawah. Tak ada bukit di sekelilingnya.

Destinasi wisata alam ini masih perawan. Radar Lombok berkunjung, Minggu kemarin (9/12).

Banyak pihak menilai Bukit Tengak memiliki nilai histori yang tinggi. Dengan sejarah yang cukup banyak, itulah menjadi alasan pemuda desa sekitar mengelola kawasan ini dengan beberapa pontensi unggulan. Pertama, menjadikan Bukit Tengak sebagai pusat perkemahan di bagian selatan. Kedua, membangunkan spot swafoto yang menarik dengan pemandangan hamparan sawah, laut, bandara. Di tambah sunrise dan sunset yang bagus, plus bebatuan yang amat menarik. Ketiga, menghidupkan kembali makam salah satu ulama dengan pertimbangan sebagai wisata religi.

Salah satu pemuda setempat, Dedet Zelthauzallam menuturkan, objek  wisata alternatif  menjadi bagian di wilayah selatan yang tidak pernah tersentuh. “ Akses sangat bagus dan strategis. Tinggal bagaimana masyarakat terutama pemuda mengeluarkan ide-ide kreatifnya,” katanya.

Sejak dibuka jalur pendakian, serta tempat swafoto yang dibangun secara swadaya pemuda setempat. Kini, wisatawan lokal maupun mancanegara mulai berdatangan. Ia juga terus mempromosikan bukit ini melalui media sosial, maupun kelompok pemadu wisata.

Banyak bukti sejarah yang masih bisa didapat di lokasi ini. Sepanjang jalur pendakian, banyak batu-batu ukuran raksasa yang masih terjaga. Bahkan, banyak artepak sejarah yang menyerupai bekas pertahanan penjajah Belanda dan Jepang. Seperti batu berbentuk pertahanan lawan, batu ukuran raksasa menyerupai senjata api, serta banyak gua tempat persembunyian.

Dikatakan Dedet, beberapa artepak nilai sejarah masih terjaga alami oleh masyarakat sekitar. Saat ini, masyakat dan pemuda setempat terus melestarikan. “Kita jaga bersama-sama, tidak ada yang dirusak dari batu sampai gua,’’ ucapnya.

BACA JUGA: Jalur Pendakian Aik Berik Sepi Peminat

Bahkan, untuk terus memajukan destinasi wisata kalangan pemuda membentuk Pokdarwis. Ketua Pokdarwis, Disahari mengatakan dengan adanya destinasi baru ini, wisatawan kian banyak berkunjung.  Masyarakat sangat siap mengamankan dan menyamankan para pengunjung dengan suguhan alam yang yang ada.

Beberapa agenda akan digelar di kawasan ini seperti kemah bakti tanggal 15 Desember mendatang. Hal ini untuk membangkitkan semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan alam saat ini. “ Kita terus jaga keamanan dan kenyaman di wilayah ini, untuk memberikan ketentaram bagi para wisatawan yang berkunjung,” katanya.(*)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut