Dermaga Telong-Elong Diobral ke Swasta

Komisi IV Turun Lapangan Hari Ini

Dermaga Telong-Elong Diobral ke Swasta
MASIH MANGKRAK: Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tidak kunjung menganggarkan kelanjutan dermaga Teelong-Elong. Dermaga yang dibangun dengan dana tidak sedikit itu kini mangkrak. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

MATARAM –  Nasib dermaga Telong-Elong hingga saat ini belum juga ada kejelasan.

Pemerintah Provinsi NTB membiarkan proyek warisan gubernur  periode sebelumnya itu mangkrak hingga saat ini.  Dalam Rancangan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS)  APBD 2018, tidak ada sama sekali suntikan dana untuk keberlanjutan proyek yang telah menelan belasan miliar uang rakyat itu.  “Tidak ada kita anggarkan di APBD 2018,” kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTB,  Lalu Bayu Windia kepada Radar Lombok Jumat kemarin (27/10).

BACA JUGA :  Desa Diminta Proaktif Tata Kawasan Wisata

Menurut Bayu,  pihaknya memang tidak ada rencana memberikan suntikan dana untuk menuntaskan proyek tersebut. Meskipun disadari bahwa masih banyak anggaran yang dibutuhkan agar dermaga bisa dimanfaatkan dengan baik. Sikap Pemprov NTB sendiri, lebih mendorong dermaga tersebut diurus dan diselesaikan oleh pihak swasta saja. Bayu sendiri tidak mau menjelaskan lebih rinci alasan pemprov enggan memberikan anggaran. “Saya berharap swasta yang mau perbaiki fasilitas pelabuhan yang dibutuhkan,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, telah ada pihak swasta yang tertarik ingin memanfaatkan dermaga Telong Elong. Proses penjajakan terus dilakukan oleh perusahaan tersebut untuk bisa memanfaatkannya sesuai kepentingan bisnis. Diungkapkan Bayu, perusahaan tersebut berencana membuka rute transportasi laut. Komunikasi dengan pihak-pihak terkait juga telah dilakukan. “Ada swasta yang mau pakai untuk layani rute Telong Elong – KSB (Kabupaten Sumbawa Barat),” terang bayu.

Untuk itu, perusahaan tersebut akan melihat secara langsung kondisi eksisting dermaga Telong Elong. Apabila memang dinilai bisa menguntungkan dari sisi bisnis, maka rute Telong -Elong – KSB akan segera dibuka. “Akan survei minggu depan perusahaan itu,” ujarnya.

Pembangunan dermaga Telong-Elong dilaksanakan sejak tahun 2007 pada masa kepemimpinan Gubenur NTB, HL Serinata. Proyek tersebut sempat dilanjutkan beberapa tahun lalu, namun tidak juga bisa rampung.

Jumlah uang yang telah dihabiskan untuk Dermaga Telong- Elong telah mencapai Rp 14 miliar. Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (APBD) NTB. Belum terhitung bantuan dari pusat yang juga pernah digelontorkan. “Makanya kita tidak anggarkan tahun depan,” tegas Bayu.

Proyek dermaga Telong- Elong membutuhkan dana yang besar untuk bisa dilanjutkan. Jumlah suntikan dana yang diperlukan sekitar Rp 60 miliar lagi. Namun secara manfaat, apabila proyek ini tuntas akan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat dan mempermudah akses ke berbagai wilayah.

BACA JUGA :  Februari, Pelaku Usaha Wisata Diskon Besar-Besaran

Sementara itu, komisi IV DPRD Provinsi NTB telah menjadwalkan Kunjungan kerja (Kunker) dalam daerah ke lokasi dermaga Telong Elong. “Kita sudah jadwalkan sejak beberapa hari lalu. Besok (hari ini – red) jam 10.00 kami ke kunker ke Telong Elong,” kata Sekretaris Komisi IV DPRD NTB, Nurdin Ranggabarani.

Komisi IV sendiri sangat menyesalkan sikap eksekutif yang membiarkan proyek tersebut mangkrak. Padahal, uang rakyat telah banyak dihabiskan. “Katanya mubazir itu tidak baik, ini belasan miliar uang rakyat jadi mubazir. Kok tidak diselesaikan dermaga itu, makanya besok kita akan lihat langsung seperti apa kondisinya,”ujar politisi PPP itu.(zwr)