Mengenal Fadel Kaspul Lisan, Atlit Muaythai Asal Kota Mataram

Mengenal Fadel Kaspul Lisan, Atlit Muaythai Asal Kota Mataram
Fadel Kaspul Lisan (ZULFAHMY/RADAR LOMBOK)

Prestasi demi prestasi terus ditunjukkan oleh Fadel Kaspul Lisan. Setelah beberapa waktu lalu menjuarai berbagai kejuaraan di tingkat Nasional, kini ia di pilih oleh Pengurus Besar Muaythai Indonesia untuk mewakiki Indonesia dalam ajang  2017 Youth World Championship yang akan digelar di Bangkok, Thailand.


ZULFAHMI – MATARAM


ADALAH Fadel, nama panggilan akrabnya siswa SMPN 5 Mataram ini, yang bakal mengemban tugas cukup berat, yakni membawa nama Kota Mataram, Provinsi NTB, bahkan Negara Indonesia untuk bertanding dalam ajang kejuaraan Youth World Chapionship 2017 yang akan digelar pada tanggal 3 Agustus 2017 mendatang.

Dari Indonesia, Fadel tidak sendirian. Dia berangkat bersama lima orang atlit Muaythai lainnya dari lima provinsi di Indonesia, yakni NTB, Bali, Banten, Jakarta, dan Jawa Barat. Lima orang atlit ini masing-masing akan turun di kelas yang berbeda. Dan Fadel sendiri akan turun pada kelas 51 Kilogram Junior.

Kepada Radar Lombok, Fadel bercerita banyak mengenai olah raga muaythai yang dia geluti ini. Bahkan olah raga bela diri ini sudah dia geluti sejak masih kelas 5 SD. Dimana saat itu dia masih sekolah di SD 35 Cakranegara. Hobi olahraga bela diri ini terus dia tekuni sampai saat ini, ketika telah duduk di kelas 3 SMP 5 Mataram. “Saya sudah suka olahraga ini sejak masih kelas 5 SD,” tutur Fadel.

Selama menekuni olahraga ini, dia mendapatkan dukungan yang besar dari kedua orang tuanya. Dimana dari orang tua terus memberikannya dukungan, baik dukungan moral maupun materiil kepada anaknya. Tidak lupa orang tua juga memanjatkan doa kepada dirinya untuk kesuksesannya dalam menjalani semua pertandingan yang dia jalani.

Alasan yang mendorong dirinya menggeluti olahraga ini, Fadel menjawab kalau dirinya ingin membahagiakan kedua orang tuanya. Cita-cita terbesar dari olah raga yang dia geluti yakni bisa mempersembahkan medali emas untuk Provinsi NTB dalam semua ajang pertandingan yang dia ikuti.

Apalagi pada ajang internasional yang akan dijalani itu, dia berharap sekali bisa menang, dan mempersembahkan emas untuk tanah kelahirannya. “Cita-cita besar saya ingin mempersembahkan emas untuk NTB,” tekadnya.

Dalam memanfaatkan waktu antara sekolah dan latihan, Fadel juga berusaha membagi waktunya dengan  baik. Dimana untuk latihan dijalani setiap hari pada malam hari. Lokasi latihan pun dia pilih di Markas Muaythai Kota Mataram. “Latihan biasanya saya jalani pada malam hari,” ujarnya.

Remaja kelahiran 15 Desember 2002 yang berasal dari Lingkungan Seganteng ini juga mengaku, setelah dipanggil oleh PB Muayhai Indonesia. Maka dia akan meningkatkan volume latihannya, agar bisa mendapatkan cita-citanya untuk mempersembahkan emas bagi Indonesia. “Jelang pertandingan ini latihan lebih giat lagi agar bisa menang nantinya,” tegasnya.

Tidak hanya dari keluarga dan pelatih, ternyata dari pihak sekolah juga sangat mendukung sepenuhnya pilihan Fadel utuk menjadi atlit muaythai ini. Buktinya, pihak sekolah terus mendukung supaya dia bisa menggapai cita-citanya. (*)