Membangun Lombok Barat bersama Ulama

LOMBOK BARAT secara geografis sangatlah luas. Problemnya juga demikian kompleks. Karenanya membangun daerah ini butuh kebersamaan. Semua mesti berperan agar target-target pembangunan dapat tercapai dengan cepat agar kesejahteraan masyarakat tercapai dengan optimal.

Berangkat dari prinsip demikian, posisi ulama sangat vital dalam roda pembangunan. Umara membutuhkan ulama, demikian sebaliknya.

Belum lama ini ratusan tuan guru yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKSPP) Lombok Barat belajar tentang pengembangan pondok pesantren di sejumlah pondok pesantren ternama di Jawa Timur. Ada H. Fauzan Khalid selaku kepala daerah yang ada di antara rombongan tuan guru. “ Ini dalam rangka belajar bagaimana mengembangkan pondok pesantren. Jika pondok pesantren di Lombok Barat maju, maka otomatis Lombok Barat secara keseluruhan juga maju. Tuan guru punya peran penting ikut memajukan daerah ini,” ungkap Bupati kepada ini usai pertemuan para tuan guru se-Lombok Barat dengan jajaran pengajar di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

[postingan number=5 tag=”foto”]

Selain ke Tebuireng, rombongan juga berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. Semua orang tahu bahwa Darul Ulum adalah Ponpes tua yang berdiri sejak tahun 1885 silam. Kini Ponpes ini mengasuh lebih dari 10 ribu santri dari seluruh penjuru tanah air, bahkan ada santri mancanegara.

Pondok Pesantren lain yang dikunjungi sebagai tempat belajar oleh para tuan guru adalah Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet, Mojokerto. Ini Ponpes hebat yang punya jaringan bisnis hasil pengembangan Ponpes. “ Kita ingin di Lombok Barat ada Ponpes yang juga menggerakkan potensinya di bidang bisnis, agar ummat makin maju,” ungkap Sekretaris FKSPP Lombok Barat Ali Ma’sum.(*)