BPTP Balitbangtan NTB Sukses Gelar Teknologi Perbenihan Cabai Varietas ‘Prima Agrihort’

PRAYA – Cabai merupakan salah satu dari tujuh komoditas nasional yang terus  ditingkatkan produtivitas dan produksinya  dan dikembangkan di seluruh nusantara termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Guna mendukung peningkatan produksi cabai, maka Badan Litbang Pertanian melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Balitbangtan NTB menggelar teknologi pertanian melalui demplot penangkaran benih cabai rawit varietas Prima Agrihort di Dusun Karang Sideman, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah.

Pada panen perdana Gelar Teknologi Perbenihan Cabai varietas unggul Prima Agrihort, Kamis kemarin (13/7) BPTP Balitbangtan NTB bersama sejumlah pihak terkait lainnya, melakukan Temu Lapang. Alhasil, varietas cabai Prima Agrihort yang ditanam di lahan seluas 0,05 hektar di kelompok tani ‘Karya Harum’ menghasillkan panen yang luar biasa dan sukses. 

Cabai Varietas Prima Agrihort
Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr. M. Saleh Mokhtar bersama Kepala Balitsa Balitbangtan,Kementan RI berkantor di Lembang, Provinsi Jabar, Dr. Catur Hermanto melakukan panen perdana perbenihan cabai varietas Prima Agrihort bersama anggota kelompok ‘Karya Harum, di Dusun Dasan Agung, Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara, Loteng, Kamis kemarin (13/7).
Cabai Varietas Prima Agrihort
Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr. M. Saleh Mokhtar bersama Kepala Balitsa Balitbangtan,Kementan RI berkantor di Lembang, Provinsi Jabar, Dr. Catur Hermanto, Kepala BPSB, Distanbun Provinsi NTB, Wardi, saat melakukan diskusi dan Tanya jawab bersama petani dan penyuluh saat Temu Lapang, Kamis kemarin (13/7).
Cabai Varietas Prima Agrihort
Kepala BPTP Balitbangtan NTB,Dr. M. Saleh Mokhtar saat menunjukan cabai varietas Prima Agrihort.
Cabai Varietas Prima Agrihort
Cabai Varietas Prima Agrihort yang membuahkan hasil sukses oleh Kelompok Tani Karya Harum, Batukliang Utara, Loteng.

Acara Panen perdana dan Temu Lapang Gelar Teknologi perbenihan cabai varietas Prima Hort juga dilhadiri 100 orang lebih petani cabai yang berasal dari beberapa kelompok tani yang ada di Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah. Dalam kegiatan Temu Lapang gelar tekhnologi perbenihan cabai varietas unggul Badan Litbang Pertanian tersebut dihadiri langsung Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar,M.P, Kepala Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Balitbangtan Lembang, Jawa Barat, Kementan RI, Dr.  Catur Hermanto, M.Sc, ahli penyakit cabai dari Balitsa Balitbangtan Kementan RI, Dr. Bagus Kukuh. Selain itu hadir juga sejumlah perwakilan dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB dan Distan Kabupaten Lombok Tengah.

Kepala BPTP Balitbangtan NTB, Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP  mengatakan, produksi cabai di NTB akan meningkat jika petani menerapkan teknologi anjuran termasuk mananam cabai varietas unggul secara merata di seluruh NTB. Untuk itu, BPTP Balitbang NTB sesuai dengan tugas dan fungsinya melakukan penyebaran informasi teknologi cabai varietas unggul seperti varietas cabai Prima Agrihort yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan juga memiliki produktivitas yang cukup tinggi. 

“Hasil cabai varietas Prima Agrihort ini cukup bagus. Buahnya rimbun dan juga tahan terhadap serangan hama penyakit, meski diguyur hujan,” ungkap Saleh.

Lebih lanjut, Saleh mengatakan, gelar teknologi pertanian sebagai salah satu kegiatan diseminasi dan sosialisasi berupa pengalaman, peragaan dan demonstrasi teknologi hasil penelitan di lapangan dihadapan di masyarakat pengguna atau petani dengan harapan mampu mempercepat transfer informasi dan teknologi pertanian kepada pengguna teknologi. 

“Kita ingin benih cabai Varietas Prima Agrihort bisa jadi pilihan petani di NTB untuk ditanam,”  ucap Saleh.

Kepala Balitsa, Balitbangtan Kementan RI, Dr. Catur Hermanto mengaku bangga dengan hasil gelar teknologi perbenihan cabai varietas Prima Agrihort di wilayah Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah yang menjadi satu-satunya di NTB tempat demplot penanam perbenihan cabai benih unggul hasil pemuliaan Balitsa Balitbangtan, Kementan RI yang berkantor pusat di Lembang, Provinsi Jawa Barat tersebut.

“Hasil panen perbenihan cabai varietas Prima Agrihort di Lombok Tengah ini sukses.  Buahnya dalam satu pohon rimbun sekali dan tidak terdapat serangan hama penyakit, meski diguyur hujan,” ungkapnya. 

Catur menyebut, benih cabai varietas Prima Agrihort memiliki kelebihan, selain tahan terhadap serangan hama penyakit, juga memiliki tingkat produtivitas yang tinggi. Dalam 1 pohon cabai bisa menghasilkan 1,3 kg buah dan dalam luas lahan 1 hektar bisa menghasilkan panen sebanyak 22 ton. Selain itu, buah cabainya lebih terlihat segar, karena tahan terhadap serangan hama. Yang tak kalah pentingnya lagi, adalah rasa cabai varietas Prima Agrihort  pedas, sama seperti cabai rawit lokal pada umumnya. 

‘Rasanya tetap pedas dan produktivitas setiap 1 pohonya cukup banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani ‘Karya Harum’ Desa Karangsidemen, Kecamatan Batukliang Utara, H. Nur Ifansyah mengaku tak menyangka hasil dari tanaman perbenihan cabai varietas Prima Agrihort akan sebagus sekarang ini. Dimana buahnya yang rimbun banyak, serta tidak mengalami serangan hama penyakit, meski berbuah di musim hujan yang intentsitasnya cukup tinggi.

“Saya tidak menyangka, hasilnya sangat luar biasa,” ungkapnya. 

Ia menambahkan, dalam perawatan tanaman cabai varietas Prima Agrihort tidak teralu sulit, sama seperti tanaman cabai biasanya. Bahkan justru lebih simple dengan menggunakan pupuk berimbang, baik dari pupuk kandang, organik dan beberapa pupuk kimia pada umumnya. Begitu juga dengan pemakaian obat-obatan hama pada umumnya.

“Saya baru pertama kali ini melakukan penanaman perbenihan cabai yang kualitas benihnya sangat bagus sejak 17 tahun berpengalaman menjadi penangkat perbenihan cabai,” pungkasnya. (luk/Adv)