Petani Sembung dan Badrain Kesulitan Air

Ilustrasi Sawah Kering
Ilustrasi Sawah Kering (FOTO: Okezone)

GIRI MENANG-Kurang lebih selama dua bulan belakangan ini sebagian besar petani yang ada di Desa Sembung dan Desa Badrain Kecamatan Narmada kesulitan mendapatkan air irigasi untuk tanaman padi dan palawija mereka. Padahal Narmada dikenal sebagai wilayah kaya air.

Hal ini disampaikan oleh anggota DPRD Lobar Agus Mursalim. Kesulitan air irigasi ini disebabkan karena Badan Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I tengah melakukan perbaikan tanggul pada jaringan air baku yang terletak di Desa Badrain. Akibat perbaikan ini, jaringan air baku yang mengairi 250 hektar persawahan di Desa Badrain dan Desa Sembung inipun tidak dibuka sepanjang hari. Jaringannya hanya dibuka pada malam hari. Satu ke barat dan dua ke arah selatan. Alhasil, akibat dari penjadwalan ini, para petani harus lembur pada malam hari untuk menunggu pembagian air. Kemudian bagi petani yang berada di daerah hilir seperti di Desa Sembung, harus lebih bersabar untuk menunggu bagian. “Kejadiannya ini sebelum panen kemarin, berlanjut hingga sekarang. Petani ada yang menanam padi dan palawija. Padi sendiri umurnya baru 36 hari, dan itu sangat membutuhkan air irigasi, tetapi di sana banyak sawah yang justru kekeringan,” ungkap politisi Nasdem ini, Rabu (5/7).

Baca Juga :  Pemkab Akui Serba Salah Sikapi Kasus Pemalikan

Seharusnya kata Agus, BWS dalam hal ini bersama pihak terkait bisa mencari solusi agar lahan pertanian di daerah sumber mata air ini tidak kekeringan. Sangat kasihan petani yang hampir tiap malam lembur menunggu air, bahkan ada yang sampai cek-cok akibat rebutan air. Belum lagi yang terpaksa menyewa mesin air Rp 100 ribu per hari untuk menyedot sisa-sisa air pada jaringan irigasi yang lebih rendah dari sawah. “Jadi BWS harus mencari solusi atas persoalan ini. Jangan gara-gara proyek kemudian petani malah jadi korban, biaya pertanian jadi naik delapan kali lipat,” jelasnya.

Baca Juga :  Petani Tembakau Harus Siap Terima Risiko

Terpisah, Kepala Desa Badrain Romi Purwandi dan Kepala Dinas Pertanian Muhur Zohri yang dihubungi melalui sambungan telepon belum memberikan tanggapan.(zul)

Komentar Anda