Sudah Diekspos, Revitalisasi Senggigi Batal

REVITALISASI : Revitalisasi kawasan Senggigi tahap I di Meninting gagal tahun ini akibat belum dilakukannya relokasi (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Revitalisasi Kawasan Wisata Senggigi Tahap I direncanakan mulai tahun ini, tetapi sangat disayangkan rencana yang sudah diekspos di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lobar dengan dihadiri langsung Bupati Lobar H. Fauzan Khalid ini itu batal dilaksanakan.

Tanda batalnya revitalisasi Tahap I yang menyasar Kawasan Sungai Meninting ini sendiri sudah tercium lama akibat masih ada banyak rumah penduduk di lokasi yang belum direlokasi.

Kepala Dinas Pariwisata Lobar Ispan Junaidi mengatakan, terdapat puluhan rumah warga di lokasi tersebut. Belum dilakukannya komunikasi oleh pihak perencana dalam hal ini Dinas PUPR dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) kepada pihak Kecamatan Batulayar dan Pemerintah Desa Meninting untuk relokasi menjadi salah satu alasan batalnya revitalisasi tahun ini. “ PU sebagai perencanaan bersama dengan Badan Aset dan Keuangan harus dahulu berkomunikasi dengan pihak kecamatan untuk rencana relokasi,” ungkap mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lobar ini, Jumat (7/7) lalu.

Persoalan inipun lanjutnya telah dilaporkan kepada Bupati Lobar H. Fauzan Khalid. Rencananya anggaran Rp 3 miliar yang sebelumnya disiapkan untuk revitalisasi tersebut akan dialihkan untuk relokasi aset milik masyarakat. “Sudah kita laporkan ke Bupati nanti kita akan rapatkan untuk 2018. Anggaran yang Rp 3 miliar saya kembalikan,” jelasnya.

Pihaknya tidak ingin mengambil resiko lebih jauh. Tetapi tentunya ke depan akan tetap dianggarkan dan dieksekusi bila relokasi sudah dilakukan. Selain memang Balai wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) bakal menganggarkan Rp 25 miliar untuk revitalisasi Sungai Meninting.

Seperti diketahui, desain revitalisasi Tahap I di Meninting seluas lebih dari 10 hektar sudah rampung bekerja sama dengan CV. Garis Estetika. Ada kawasan Bike Park atau taman bersepeda dengan mengelilingi kolam air. Kemudian ada juga kawasan wisata Muara Meninting yang difokuskan menggunakan perahu karet, kano dan sepeda air. Dimana untuk menunjang kawasan tersebut juga akan dibangunkan pedestrian, parkir kendaraan, plaza, penempatan meja dan kursi, kios makanan/minuman, toilet dan lain sebagainya.

Namun untuk pembangunan fasilitas penunjang yang direncanakan Juli ini ternyata tidak gampang, karena di dalam gambar perencanaan yang disampaikan, Selasa (21/2), setidaknya terdapat pemukiman 30 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Kongok Desa Meninting yang masuk dalam gambar perencanaan pembangunan fasilitas penunjang tersebut. Oleh karenanya apabila dilakukan pembangunan, maka diperlukan relokasi 30 KK tersebut.

Selain itu seperti disampaikan Kepala Desa Meninting H. Iskandar Zulkarnain, di lokasi pembangun Bike Park juga ada lahan wakaf desa seluas 2 hektar yang sudah dikontrakkan selama 20 tahun sejak 2013. Di samping ada juga lahan Pemprov NTB yang akan terkena pembangunan. (zul)