Rekrutmen 1.100 Tenaga Pendidikan di Lobar Berproses

Ilustrasi Guru
Ilustrasi Guru

GIRI MENANG-Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar) pada 2017 ini akan melakukan perekrutan atau penambahan sebanyak kurang lebih 1.100 orang tenaga pendukung pendidikan yang terdiri dari 800 orang tenaga pengajar dan 300 orang tenaga administrasi. Dimana per bulannya, mereka yang memang kini tengah mengabdi menjadi honor di sekolah akan mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp 400 ribu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lobar, M. Hendrayadi mengatakan, proses rekrutmen tengah berjalan. Pada perekrutan  itu, ia berharap memprioritaskan mereka yang mengabdi lebih lama dan bisa tuntas pada Mei 2017. “Jadi masih berproses. Harapan saya sebelum Mei sudah klir,” jelasnya, kemarin, (16/5).

Jika Mei klir atau tuntas lanjutnya, maka nanti tinggal diajukan pencairan penghasilan tambahannya. Berkaitan apakah honor atau penghasilan tambahan mereka nanti akan dirapel atau tidak dari Januari, dia tidak bisa memastikan. “Tetapi Insha Allah dirapel. Yang bisa menentukan rapel tidak bukan saya, kita hanya mengusulkan untuk dirapel,” terangnya.

Hendrayadi sendiri memastikan, proses perekrutan atau penambahan tenaga pendudukung pendidikan ini tidak bernuansa politik. Karena seperti diketahui pula, H. Saleh Sayuti yang sempat hadir dalam pendaftaran Bakal Calon Bupati Lobar Nauvar F. Farinduan di Hanura dalam kapasitasnya sebagai tokoh masyarakat Yafika, meminta agar proses ini tidak dibumbui dengan kepentingan politik 2018. Di mana seperti diketahui, H. Saleh Sayuti sendiri juga merupakan Ketua PGRI Lobar dan seorang pensiunan PNS. “Tidak ada nuansa politik. Tergantung dari sudut mana dilihat. Sah-sah saja dia ngomong seperti itu,” jelas Hendrayadi.

Seperti diketahui, selain akan melakukan perekrutan tenaga pendukung pendidikan, sebanyak 400 Kepala SD se Lobar juga akan mendapatkan kenaikan tunjangan kesra pada Juli 2017. “Saya juga mengingatkan Kepada Kadis P dan K (Pendidikan dan Kebudayaan) agar memperhatikan juga kesejahteraan Kepala UPTD dan tenaga pengawas dan rencana setiap kecamatan agar ada minimal satu sekolah rujukan segera direalisasi,” ujar Bupati Lobar H. Fauzan Khalid belum lama ini. (zul)