50 SD/MI Ikuti Workshop Program Ekstrakurikuler

WORKSHOP: Para Kasek dan guru dari 50 SD/MI yang ada di Lotim dan Loteng saat mengikuti workshop program ekstrakurikuler (Gazali/Radar Lombok)

SELONG-Sebanyak 90 kepala sekolah dan guru yang ada di 50 Sekolah Dasar (SD/MI) yang ada di Lombok Timur (Lotim) dan Lombok Tengah (Loteng) mengikuti workshop  esktrakulikuler. Kegiatan ini terselenggara  atas kerjasama dengan perusahaan ternama PT HM Sampoerna Tbk. Dan ini bagian dari  After School Program (ASP) di tahun 2017 yang digagasan oleh  Putera Sampoerna Foundation-School Development Outreach (PSF – SDO).

Penyelenggaran kegiatan ini sudah memasuki tahun ketiga.  Workshop program ekstrakurikuler terbagai menjadi tiga bagian. Pertama  Yaitu Training of Trainer  (TOT) untuk sekolah peserta program batch I. TOT ini sendiri sebanyak 14 sekolah yang mengikuti program tersebut sejak 2014 lalu.

Kedua workshop penguatan program ekstrakurikuler untuk sekolah peserta program batch II.  program ini juga telah diikuti oleh 14 sekolah sejak 2016 lalu. Ketiga yaitu  workshop program penguatan program ekstrakurikuler untuk sekolah batch III. Dimana  program ini telah diikuti sebanyak 22 sekolah untuk tahun ini.

Dan baru–baru ini TOT telah diadakan di SDN 2 Terara mulai dari tanggal 23-27 Mei lalu.  Dimana sebanyak 12 Kasek dan guru mengikuti workshop tersebut. Tujuan utamanya yaitu    untuk  menyiapkan sumberdaya lokal yang mumpuni dalam pengelolaan After School Program di Lombok.

Para peserta dibekali dengan  beragam materi.  Diantaranya review materi workshop pengembangan dan penguatan program ekstrakurikuler, pendidikan untuk orang dewasa (andragogi). Kemudian pembekalan teknik fasilitasi dan presentasi, baseline and  endline study,  coaching and  mentoring, penyelenggaraan event dan organizer, dan  bahaya penyakit daun tembakau hijau dan isu pekerja anak.

BACA JUGA :  MIN 3 Mataram Gelar Ekskul Pencak Silat

‘’Workshop program ekstrakurikuler untuk sekolah batch II  dan III  dilaksanakan di tiga  tempat berbeda. Yaitu di  SDN 3 Rumbuk, Sakra, SDN 7 Rarang, Terara dan MIN Model Gunung Rajak, Sakra Barat,‘’ ungkap Project Leader PSF-SDO, Muslih.

Sementara untuk workshop kedua, katanya  para  peserta belajar tentang analisis sumber daya sekolah serta perencanaan program ekstrakurikuler untuk keberlanjutan program. Hal ini diperlukan mengingat pentingnya program ini untuk bisa dilanjutkan secara mandiri oleh para sekolah dengan dukungan dari stakeholder setempat.

‘’Sementara pada workshop ketiga, peserta akan belajar dari para kepala sekolah/guru fasilitator yang berasal dari sekolah-sekolah batch 1 tentang pengelolaan ekstrakurikuler,‘’ lanjutnya.  

Dikatakan serangkaian workshop ini penting untuk memberikan pondasi terkait program yang akan dilaksanakan di 50 sekolah mitra ‘’ Termasuk juga bagaimana  kesiapan sumber daya pengelola (Kepala Sekolah dan tim guru/staf) sangat dibutuhkan untuk suksesnya program ini,‘’ terangnya.

Sementara itu, Kepala SDN 2 Terara yang juga s tim fasilitator lokal  Lalu Kasman Jayadi SPd menyampaikan, After School Program  merupakan program  Sampoerna untuk Indonesia.  Kegiatan seperti ini  dianggap sangat bermanfaat bagi sekolah. Mengingat para Kasek  dan guru memiliki kesempatan belajar dan mengasah diri tentang pentingnya program ekstrakurikuler di sekolah.

‘’Anak-anak pun sangat antusias dalam menyambut program yang sudah berjalan lebih dari tiga  tahun di Lombok Timur dan Lombok Tengah ini.  Saya berharap  agar program-program pendidikan seperti ini lebih banyak diselenggarakan di banyak sekolah,‘’ tutupnya. (lie/adv)