LPP NTB Klaim Seleksi Program Beasiswa Transparan

Kantor LPP NTB yang menangani program beasiswa luar negeri Pemprov NTB dan anggarannya bersumber dari APBD NTB. (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK )

MATARAM – Lembaga Pengembangan Pendidikan (LPP) NTB membantah program beasiswa S1 dan S2 ke luar negeri yang digelontorkan oleh Pemprov NTB sarat permainan yang hanya meluluskan orang terdekat pejabat. Sekretaris LPP NTB Sri Hastuti memastikan pelaksanaan program beasiswa luar negeri dan dalam negeri dilakukan sesuai dengan ketentuan. Seperti, mulai dari pendaftaran, seleksi secara transparan.

“Jadi tudingan dari salah seorang dosen Universitas Terbuka di Lombok Tengah itu tidak mendasar. Pendaftaran dan seleksi dilaksanakan secara transparan,” kata Sri Hastuti, Kamis (2/12).

Menurut Sri, untuk beasiswa dalam negeri merupakan hal yang baru dan sangat diapresiasi oleh semua kampus dengan bekerja sama 25 kampus swasta. Selain itu, Pemprov NTB di bawah kepemimpinan Gubernur NTB H Zulkieflimansyahdan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, yakni program beasiswa pertama dilakukan.

BACA JUGA :  Perkembangan Pendidikan Kota Mataram Signifikan

“Tidak pernah ada ada program pemberian beasiswa seperti sekarang ini,” klaim Sri.

Bahkan, lanjut Sri, saat pertemuan bersama kampus swasta se-NTB hadir dan berharap semua rektor supaya program ini tetap dijalankan. Selain itu, mekanisme yang dibuat juga dengan mengundang semua perguruan tinggi kemudian melakukan MoU, supaya menguntungkan antara pihak kampus dan Pemprov NTB dalam hal mencerdaskan anak bangsa.

‘Kita ketahui kemampuan anggaran tidak banyak, dan kami menyesuaikan. Memang untuk beasiswa ini sumber anggarannya dari APBD,” terangnya.

Disampaikannya, jika bicara aturan Juklak maupun Juknisnya sudah jelas. Mulai dari Pergub dan mempuyai dasar yang jelas. Beasiswa dalam negeri sendiri langsung di kelola oleh Pemprov NTB. Artinya, semua berkas verifikasi dan lain sebagainya dikelola oleh Pemprov NTB dalam hal ini Biro Kesra NTB. Seperti di BSU yang mendaftar 3000 orang, namun yang bisa dibantu hanya 662 orang disebabkan anggaran terbatas.

BACA JUGA :  Fadilah Ahmad Nur dapat Penghargaan S2

Sri menyatakan jika ada yang menuding program beasiswa Pemprov NTB syarat permainan, justeru itu tidak mendasar. Karena itu, Sri mempersilakan mereka datang langsung ke kantor LPP NTB untuk berdiskusi supaya memahami tentang program beasiswa ini.

“Pada intinya,  program beasiswa ini banyak provinsi yang ingin berkunjung ke NTB untuk melakukan studi banding untuk menerapkannya di daerahnya. Seperti Gubernur Sumatera Barat,” ujarnya.

Sebelumnya, pengurus Universitas Terbuka Lombok Tengah, Ismail menilai program beasiswa pemprov NTB tidak tepat sasaran. Sebab program ini hanya untuk melunasi janji kampanye Gubernur Zul-Rohmi 2018 lalu dan diberikan kepada orang terdekat para pejabat. (adi)