Lapak Lama Mangkrak, Pemkab Lagi Bangun Lapak Baru

MANGKRAK : Lapak pedagang mangkrak di Pantai Kuranji Kecamatan Labuapi Lobar (ZUL/RADARLOMBOK)

GIRI MENANG-Lapak pedagang yang dibangun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Barat di Kawasan Wisata Pantai Kuranji Dalang Kecamatan Labuapi beberapa tahun lalu mangkrak. Hingga kini belum ada yang menempati. Bahkan kondisi bangunan yang berada tepat menuju Makam Ilam Kuranji tersebut sudah rusak parah. Belakangan Disperindag kembali akan membangun lapak di Pantai Kuranji. Tetapi tidak lagi di lokasi yang mangkrak melainkan di lapangan dekat pantai yang sudah dibangunkan panggung oleh Dinas Pariwisata Lobar.

Kepala Disperindag Lobar Agus Gunawan mengatakan, memang lapak tersebut mangkrak dan itu menjadi bahan evaluasi. Selain memang di sana abrasi. Konstruksinya juga menggunakan besi, sehingga begitu kena air garam atau laut, cepat berkarat. Berbeda halnya nanti ketika dibangun di lapangan tersebut. Konstruksinya menggunakan kayu. “Itu menjadi bahan evaluasi kita lah. Kalau saya tidak mau membuang-buang uang APBD. Saya survei dulu baru membangun. Di sana kan sudah ada panggung, jadi harus ada konsep yang jelas, yaitu kulinernya. Kita buatkan lapak, karena ada embrionya,” ungkapnya.

Adapun total anggaran untuk pembangunan lapak dengan metode pengadaan langsung yang kini tengah dikerjakan adalah Rp 200 juta. Nantinya lapak itu diprioritaskan untuk para pedagang yang memang sudah dari awal berdagang di sana. “Kita sudah koordinasi dengan Kepala Desa, terkait siapa-siapa yang akan menempati lapak tersebut. Jadi tidak ada yang rebutan lah,” jelasnya.

Adapun untuk sewa sendiri, belum akan diberlakukan. Pedagang dipersilakan menempati dulu selama setahun dua tahun. Bila nanti berkembang, maka akan ada penarikan sewa. “Kita biarkan lah dulu berkembang, karena di sana saya lihat ada embrionya. Sabtu Minggu kan di sana ramai. Jadi tidak serta-merta kita bangun di sana,” jelasnya.

Beberapa tempat saat ini juga dibangunkan lapak. Utamanya di daerah pariwisata. Misalnya di Pantai Tawun Sekotong yang sangat potensial untuk pengembangan kuliner laut. Itu harus dikembangkan karena memang potensial dan dibutuhkan oleh wisatawan. Selain itu juga di Pusuk atau perbatasan Lobar-Lombok Utara. “Di Pusuk itu saya rasa masih diperlukan lapak, oleh karena itu kita bangun di sana satu. Sekarang sedang dibangun,” tandasnya. (zul)

BACA JUGA :  Dewan : Lobar Terlalu Baik Terhadap Mataram