Lansia akan Terima Kartu Pariri

Manurung

TALIWANG-Target Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat merealisasikan kartu pariri awal tahun anggaran 2017 bakal segera terealisasi.

Rencananya kartu bantuan sosial untuk lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas, didistribusikan kepada penerima paling lambat Februari mendatang.

Sekretaris Dinas Sosial KSB Manurung kemarin mengatakan, sejauh ini dinas tengah dalam proses penyortiran untuk masing-masing desa sebelum didistribusikan kepada penerima. Ini dilakukan guna memudahkan pendistribusian sesuai alamat penerima. Karena kata dia, penyaluran kartu ini melalui kantor pos.

Untuk penyaluran sendiri nanti akan dilakukan PT Pos. Sebelum itu dilakukan, pemerintah juga akan membuat aturan pendukung. Saat ini dua hal tersebut masih dalam tahap pengodokan. Karena dinas tehnis juga sangat hati-hati mempersiapkan aturan dan mekanisme penyaluran kepada penerima. ‘’Kita hanya mempersiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penyaluran dan saat ini tengah digodok.  Sementara dari pihak PT Pos, mereka sudah siap menyalurkan bantuan itu kepada penerima,’’ katanya.

[postingan number=3 tag”disabilitas”]

Menurutnya, jika kartu ini tidak bisa  didistribusikan sesuai rencana paling lambat bulan Februari, maka Pemda Sumbawa Barat akan membayar dua bulan. Karena perhitungannya program ini mulai dilaksanakan tahun anggaran 2017. ‘’Pembayarannya mulai terhitung awal tahun anggaran 2017,’’ katanya.

Tehnis penyaluran oleh PT Pos, penerima atau pemegang kartu pariri, bisa langsung melakukan pencairan ke PT Pos, dengan menyarahkan kartu identitas  penerima dan kartu pariri kepada petugas PT Pos. Nanti petugas PT Pos yang akan melakukan pencocokan identitas pemegang kartu tersebut.

 Hal lain yang perlu diperhatikan oleh penerima, kartu pariri tidak boleh dipindahkan tangankan kepada orang lain atau keluarga.  Jika pemegang kartu tersebut meninggal dunia. Maka Pemda Sumbawa Barat menarik kembali kartu tersebut.

Ditanya total penerima kartu pariri? Sesuai  hasil validasi data yang dilakukan bersama agen Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) yang tersebar semua peliuk mencapai 4.684 penerima. Pelibatan agen PDPGR, guna memastikan penerima kartu itu tepat sasaran dan tidak terjadi tumpang tindih data.

Sebab katanya, yang lebih mengetahui kondisi sebenarnya masyarakat sasaran penerima program itu, adalah agen PDPGR yang berada dilingkungannya masing-masing tersebar disemua peliuk atau dusun dan lingkungan dimasing-masing desa maupun kelurahan. Besaran bantuan yang diterima oleh penerima setiap bulan bervariatif, antara Rp 250 ribu  hingga Rp 300 ribu setiap penerima. (is)