Giat Mendidik Anak-anak hingga Lansia

KELAS ZUMBA : Para murid tengah berlatih Zumba dimana Baiq Santi Okitaviani yang menjadi instrukturnya kemarin (Sudir/Radar Lombok)

Anda tahu Zumba. Ya, Zumba adalah senam kebugaran yang menggabungkan unsur tarian salsa, tari perut dan tarian khas “artis Bollywood.Di Mataram senam ini kian populer. Bahkan ada instruktur pertama. Dia adalah Baiq Santi Okitaviani jatuh cinta.

 

 


SUDIRMAN-MATARAM


 

Salah satu instruktur Zumba yang cukup punya nama adalah Baiq Santi Okitaviani. Perempuan ini begitu bersemangat untuk terus mempopulerkan jenis senam ini. Ia sering tampil di setiap event. Kecintaannya pada Zumba bermula dari keluarganya. Ia yang kelahiran Mataram, 21 Oktober 1982 menularkan ilmunya ke banyak orang. Ia bahkan kini membuat kelas berlatih khusus yang diberi nama “ Zin Shan2” yang berlokasi di Jalan Cokroaminoto Rembiga.

[postingan number=3 tag=”features”]

Saat ditemui kemarin, ia mengatakan bahwa menjadi seorang instruktur Zumba bukan hal mudah. Beberapa tahap harus dilalui. Instruktur juga harus berlisensi. Kalau sudah dapat lisensi, instruktur baru bisa diberi gelar ZIN (Zumba Instruktur Network). “ Sudah setahun menjadi instruktur. Juga ada siswa binaan. Sampai saat ini sudah ada 70 orang dari berbagai kalangan, dari usia anak hingga lanjut usia,” katanya.

Musik dan lagu yang dipakai mengiringi Zumba menjadi alasan Santi makin menyukai olahraga ini. Zumba menjadikan badan sehat. “ Kalau buat saya, Zumba itu sisi modern dari aerobik. Aerobik sudah ada dari dulu dan mungkin (lagunya) lebih ke disko. Zumba lebih ke latin, Salsa,” ungkapnya.

Di dalam Zumba, instruktur dibebaskan memilih musik dan lagu yang disukai murid.

Santi mengatakan, awalnya tak pernah ada niatnya menekuni Zumba. Apalagi sebelumnya ia bekerja sebagai seorang wiraswasta. “ Awalnya aku ambil pelatihan di luar negeri,  tidak kepikiran sama sekali sampai bekerja penuh jadi instruktur Zumba,” ungkapnya.

Dalam program tersebut ia diajari soal gerakan, pengetahuan tentang otot-otot tubuh, serta bagaimana mendengarkan lagu untuk latihan. Ia menghubungi teman-temannya untuk mencoba kelas Zumba secara gratis. Selama satu bulan mengajar, ternyata mendapat respon yang positif. Sejak itulah mulai serius mengajar Zumba secara privat. “ Setiap kali saya melakukan Zumba, saya selalu tersentuh oleh getaran positif dan senyum para peserta. Saya memang ingin setiap wanita merasa percaya diri dengan bentuk tubuhnya,” pungkasnya.(*)