Kunci Jawaban UN SMP Beredar

MATARAM-Integritas pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat  tercoreng dengan ditemukannya peredaran kunci jawaban UN yang ditemukan oleh Ombudsman RI Perwakilan NTB pada hari pertama pelaksanaan UN di Mataram.

  Temuan bocoran kunci jawaban ini ditemukan oleh Ombudsman NTB dari hasil pengawasanya  di salah satu sekolah negeri di Mataram. Ombudsman  menemukan lima  paket kunci jawaban yang sudah dipotong-potong sesuai dengan paketnya.

Asisten Bidang Pelaporan Ombudsman NTB Sahabudin menuturkan, temuan lima buah paket kunci UN didapatkan oleh Ombudsman dari hasil pengawasan   oleh timnya. Kunci jawaban ini   dibawa masuk ke dalam ruangan ujian oleh siswa. Begitu usai ujian, kertas ini dibuang. " Kami mengikuti siswa yang keluar dari ruangan dan menemukan kunci jawaban yang dibuang oleh siswa," terang Sahabudin Senin kemarin (9/5).

  Modus penyebaran kunci jawaban ini, menurut Sahabudin masih menggunakan cara yang digunakan saat UN SMA  dengan teransaksi langsung antara siswa dengan penyedia kunci jawaban. Sebab selain di Mataram, pihaknya juga menemukan hal yang sama di salah satu sekolah di Lombok Barat." Di Lobar kami menemukan tiga paket kunci jawaban," tegasnya.

Dikatakan, meskipun menemukan masih adanya kunci jawaban yang beredar, pihak Ombudsman tidak bisa menentukan apakah kunci jawaban itu palsu atau asli.  Yang jelas, katanya integritas pelaksanaan UN di Mataram tercoreng oleh ulah oknum yang menyebarkan kunci jawaban ini." Temuan ini bisa merusak integritas pelaksanaa UN,'' tegasnya.

Tidak hanya bocoran kunci jawaban yang menjadi temuannya Ombudsman di hari pertama  pelaksanaan UN, pihak sekolah masih banyak yang melanggar Prosedural  Operasional Standar (POS) UN 2016. Diantaranya pada saat pelakksanaan UN, ruang ujian masih belum steril dan pengawas tidak ketat dalam melakukan pengawasan sehingga siswa masih dengan santai melakukan kecurangan atau  mencontek." Kami melihat  POS UN  belum ditegakan secara ketat oleh sekolah," tegasnya.

Dari pantauan yang dilakukan Mataram dan Lombok Barat, Ombudsman juga  mencoba wawancara dengan siswa,  dengan mudah mereka menjawab bisa diskusi  karena pengawas keluar masuk.

Atas temuannya ini, Ombudsman mengimbau kepada semua pihak agar  memperketat POS UN dimasing-masing sekolah.

Ia menambahkan, yang paling penting harus dijaga oleh pihak sekolah dan pengawas, mereka harus bisa menjaga agar siswa tidak membawa kertas bocoran kunci jawaban. Bila perlu sebelum masuk ruangan UN peserta UN digeledah untuk mencari apakah ada lembaran kunci jawaban atau tidak.

  Sebanyak 88.461 siswa SMP/MTs  di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin kemarin (9/5)  melaksanakan UN  secara serentak di seluruh Indonesia. Dari jumlah 88.461 siswa itu terdiri dari 3.509 siswa peserta UN menggunakan berbasis computer atau Computer Best Test (CBT) dan sebanyak 84.952 siswa UN secara manual atau Paper Best Test (PBT).

 Di hari pertama pelaksanaan UN SMP/MTs dan SMPLB serta Paket B berjalan lancar, baik itu pelaksanaan UN CBT maupun UN PBT. Untuk pelaksanaan UN berbasis computer yang diikuti 16 SMP dan 2 MTs di Provinsi NTB berjalan lancar. Pihak dari PLN (Perusahaan Listrik Negara) juga nampak turun ke sekolah untuk memonitor masalah listrik yang bisa mengganggu pelaksanaan UN CBT atau berbasis computer.

 Pantauan wartawan Radar Lombok di sejumlah sekolah penyelenggara UN berbasis computer seperti di SMP Katolik Kesuma Mataram dimana terdapat 133 siswa dengan menyediakan 36 perangkat computer. Akibatnya terdapat tiga sesi atau shif dalam sehari sehingga UN berlangsung sampai Pukul 16.00 wita setiap harinya. “Hari pertama UN CBT berjalan lancar dan tidak ada ditemukan hambatan ataupun kendala di SMPK Kesuma,” kata Kepala SMPK Kesuma Mataram, Sr. M. Rafaellien dihadapan Ketua DPRD Kota Mataram, H. Didi Sumardi dan Kabid Dikmen Dinas Dikpora Kota Mataram, H. Lalu Abdul Hamid saat memantau pelaksanaaan UN SMP/MTs hari pertama.

  Begitu juga pelaksanaaan UN di SMP Negeri 2 Mataram yang menyelenggarakan UN CBT atau berbasis computer berjalan lancar. Karena yang biasanya menjadi persoalan untuk UN CBT hanya masalah pemadaman listrik. Namun untuk dihari pertama tidak ada pemadaman listrik oleh PLN.

 Ketua DPRD Kota Mataram , H. Didi Sumardi menyebut bahwa hari pertama pelaksanaan UN berjalan lancar. Dari sejumlah sekolah yang dikunjungi seperti SMPN 4 Mataram, SMPK Kesuma Mataram dan sejumlah sekolah lainnya, kata Didi, tidak ditemukan hambatan ataupun kendala dalam pelaksanaan UN SMP baik itu yang UN berbasis computer ataupun manual. “UN hari pertama berjalan lancar. Meski begitu kami tetap ingatkan siswa untuk tidak percaya kunci jawaban palsu yang beredar. Siswa sebaiknya percaya dengan kemampuan yang dimiliki tentunya melalui persiapkan diri rajin belajar,” Didi mengingatkan.

 Sementara di SMP Negeri 13 Mataram yang menyelenggarakan UN secara manual atau PBT juga berjalan lancar. Seluruh siswa yang menjadi peserta UN di SMP Negeri 13 Mataram hadir, meski satu orang siswanya harus terpaksa melaksanakan UN di Rumah Sakit Bhayangkara. “Satu siswa kami mengikuti UN di Rumah Sakit Bhayangkara dan ditemani dua orang guru,” kata Dodik Satriyo Wibowo, Kepala SMPN 13 Mataram.

Sementara itu, Ketua Panitia UN Provinsi NTB, H. Aidy Furqan mengatakan bahwa pelaksanaan UN SMP/MTs di hari pertama berjalan lancar baik itu UN CBT maupum PBT.“Sampai saat ini untuk hari pertama pelaksanaan UN SMP/MTs berjalan lancar. Karena tidak ada laporan baik itu temuan di lapangan ataupun persoalan lainnya,” jelas Furqan. (ami/luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid