Kontruksi Bangunan SMPN 4 Kuripan Diduga Asal-Asalan

GIRI MENANG—Pelaksanaan proyek Ruang Kelas Belajar (RKB) baru satu lokal di SMPN 4 Kuripan Kecamatan Kuripan, Lombok Barat dianggap asal-asalan. Proyek yang bersumber dari APBD tahun 2016 bernilai ratusan juta rupiah tidak berkualitas baik dari segi kontruksi bangunan dan bahan-bahan bangunan.

"Bangunan ini tidak sesuai kontruksi di gambar. Ini bisa dibuktikan dengan melihat bahan-bahannya," kata Herman salah satu LSM di Desa Jageraga Kecamatan Kuripan kepada Radar Lombok, Rabu (8/6).

Pekerjaan proyek inipun dianggap tidak transparan lantaran tidak dipasangkan plang pengumuman. Praktis, masyarakat tidak mengetahui siapa pemilik proyek, sumber dana darimana dan berapa nilainya.

Namun, melihat bangunan proyek ini, lanjutnya, dipastikan bernilai ratusan juta rupiah dan memasuki empat bulan. Padahal, biasanya pekerjaan proyek 120 kalender namun pekerjaan belum tuntas. Masih belum diselesaikan sepenuhnya, sehingga para siswa belum bisa menempatinya. "Sudah lima hari lebih sudah ditinggalkan ini sama pekerjanya," ujarnya.

Melihat kualitas bangunan, seperti balok selasar dengan panjang 9 meter dengan ketebelan 20 cm tidak langsung menyambung ke penyekat selaras dengan ujung selasar. Balok penyangga tiang ke tembok utama tapi tidak ada. Kemudian, kemiringan genting terlalu tinggi sehingga rawan berjatuhan genting. "Masak gentengnya dipasang dulu, baru dicor. Terus rangka baja dengan penyambung laras hanya ditempel biasa. Kekuatan rangka baja tidak seberapa kalau gini caranya," sebutnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Dikdas Dikbud Lombok Barat Sabidin menyatakan, pihaknya akan segera mengeceknya dengan memerintahkan konsultan. Ia menyebut proyek ini bersumber dari APBD. Hanya saja, ia tidak memastikan berapa jumlah nilai proyek tersebut. "Nanti saya cek, sekarang saya ada acara," singkatnya sambil berlalu. (flo)

BACA JUGA :  SMKN 1 Prateng Jadi Sekolah Rujukan