Karyawan RSUD Belum Mampu Terapkan Ramah Senyum

Ilustrasi Karyawan RSUD

PRAYA – Semboyan pelayanan RSUD Praya belum mampu diterapkan maksimal oleh karyawan rumah sakit setempat.

Seperti ramah senyum, tutur kata dan sopan santun kepada pasien. Mereka ketika ditanya oleh keluarga pasien, rata-rata menjawab judes. Seperti mereka tidak mau ditanya, khususnya petugas yang piket Minggu malam.

Seperti yang dituturkan keluarga pasien, Amaq Rizki. Kepada Radar Lombok ia menuturkan, ketika sudah pukul 00.00 Wita, lampu di ruang bersalin mati, khususnya di ruang isolasi. Sedangkan di sejumlah ruangan lainnya tidak ada yang mati.

Amaq Rizki lantas bertanya kepada petugas yang piket malam itu. Namun, para petugas tersebut menjawabnya dengan judes. ‘’Saya tidak tahu. Itu bukan urusan saya,’’ tutur Amaq Rizki menirukan jawaban petugas tersebut, kemarin (4/6).

Persoalan mati listrik tak sampai di situ. Pagi harinya, listrik masih mati. Sejumlah keluarga pasien, termasuk Amaq Rizki kembali menanyakan persoalan itu. Akan tetapi, jawaban yang sama didapatinya.

Para petugas tersebut malah meminta keluarga pasien menyanayakan langsung ke belakang, ke petugas listrik. “Silakan bapak langsung ke belakang. Di sana ada petugas listrik, nanti bapak laporkan saja,” tutur Amaq Rizki lagi menirukan jawaban petugas tersebut.

Yang disesalkan Amaq Rizki, dia dan keluarga pasien lainnya menanyakan persoalan itu baik-baik. Sebagai keluarga pasien, sudah sewajarnya ia bertanya kepada petugas. Namun, jawaban petugas malah judes. “Saya nanyaknya baik-baik, kok dijawab tidak sopan. Seolah-olah petugas tidak mau tau dengan keluhannya,” sesalnya.

Hal yang sama juga di katakan oleh Arpah. Ia mengaku matinya lampu membuat ruangan sangat panas, dan pasien pun tidak betah. “Anak saya sendiri saya bawa keluar, sebab panas di dalam,” katanya.

Sementara itu pengwas RSUD Praya HM Nursiah mengaku gerah dengan permasalahan tersebut. Sebab untuk ruang bersalin itu masih baru dan baru baru ini mulai ditempati. “Saya tidak percaya kalau ada kesalahan teknis di ruang bersalin. Ruangan itu baru baru saja mulai ditempati. Namun jika ini keluhan dan realita di lapangan berkata demikian, saya akan panggil petugas pengadaan barang,” kesalnya.

Sementara itu anggota DPRD Lombok Tengah, H Ahmad Supli mengaku padamnya listrik di satu ruang dalam satu bangunan itu sebuah kecelakaan fatal. Lebihnya lagi tidak ada tindakan dari pihak rumah sakit.

Soal karyawan yang kurang ramah, pihaknya mengakui sampai saat ini petugas RSUD Praya masih banyak yang belum menunjukkan kesopanannya. Padahal, di sejumlah titik sudah ditempelkan ramah senyum, sopan dan yang lainnya, namun masih saja belum bisa diterapkan. “Kalau persoalan kurang sopan dan sedikit senyum, betul sering saya mendapatkan masukan, dan malah saya sudah sarankan agar direktur menegurnya,” paparnya.

Direktur RSUD Praya, dr Muzakkir Langkir yang dikonfirmasi vis ponsel selulernya belum bisa memberikan keterangan. (cr-ap)

BACA JUGA :  Poros Tengah Dukung Komisaris Dipecat