Hilang 17 Bulan, Bocah 9 Tahun Ditemukan di Areal Sirkuit Mandalika

DIANTER: Moh Faris Alga, bocah asal Dusun selak Desa Kidang Kecamatan Praya Timur yang hilang selama 17 bulan saat diantar oleh aparat kepolisian, kemarin. (Ist)

PRAYA— Moh Faris Alga, bocah asal Dusun Selak Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Lombok Tengah yang hilang selama 17 bulan akhirnya ditemukan.

Bocah yang kini berusia 9 tahun ini, ditemukan oleh anggota Brimob Lombok Tengah, Brigadir Safi’i Apriadi yang sedang melaksanakan penjagaan di lokasi sirkuit Mandalika, Jumat malam (7/01) sekitar pukul 19.00 Wita. Informasi yang berhasil di himpun, saat itu Brigadir Safi’i Apriadi sedang berjaga bersama rekan kerjanya. Namun tiba – tiba melihat Faris Alga dan seorang laki – laki yang diketahui bernama Narep, terbaring lemas di pinggir sirkuit. Karena masih dalam areal pengamanan, Brigadir Safi’i dengan sigap menghampiri keduanya. Setelah didekati, spontan ia mengenal sosok laki – laki yang diketahui bernama Narep. Karena memang Narep ini, merupakan teman masa kecilnya Brigadir Safi’i, sekaligus tetangga satu des.

Brigadir Safi’i lalu membawa Narep bersama bocah tersebut ke pos penjagaan. Brigadir Safi’i pun memberikan mereka makan. Saat melihat Moh. Faris Alga yang sedang makan, Brigadir Safi’i teringat jika di desa-nya telah hilang seorang anak sekitar 17 bulan lalu yang wajahnya terlihat mirip dengan bocah di depannya.

BACA JUGA :  Ekspose Tersangka Perusda LTB Tinggal Selangkah

Brigadir Safi’i kemudian mencari kontak tetangga Faris untuk dihubungi dan memastikan apa betul dia adalah Faris bocah yang hilang sekitar 17 bulan lalu.
Setelah memastikannya, Brigadir Safi’i lalu mengantarkan bocah tersebut kepada pihak keluarga. Keluarga Faris, sangat bahagia. Mereka membenarkan bahwa bocah yang ditemukan tersebut adalah Moh. Faris Alga yang hilang 17 bulan lalu.

Amaq Melaye yang merupakan kakek Moh Faris Alga mengakui cucunya hilang sekitar September 2020 saat bermain bersama temen-temennya. Namun setelah beberapa saat, anak tersebut tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga telah mencari ke berbagai tempat namun tidak ditemukan. “Keluarga juga mencari Faris menggunakan paranormal atau dukun. Namun tidak juga membuahkan hasil. Akhirnya keluarga pun pasrah dan menyatakan Faris hilang. Lebih dari 26 dukun yang saya gunakan namun Faris tidak kunjung ditemukan,” ungkap Amaq Melaye.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada jajaran Brimob Lombok Tengah atas bantuan dan kepeduliannya terhadap Moh. Fariz Alga dan keluarga. “Lamun ndek tedait sik Bapak – Bapak Brimob hak ndik yak dait wah Baingke selamanya (Kalau tidak ditemukan oleh Bapak – Bapak Brimob kemungkinan cucu saya tidak akan ditemukan selamanya,”terangnya.

BACA JUGA :  NWDI Diharapkan Tingkatkan Kolaborasi Bangun Daerah

.enurut pengakuan Faris Alga, ia dibawa oleh Narep ke Jawa Tengah dengan berjalan kaki dan terkadang naik truk. Sementara untuk makan, ia terkadang menjual pete dan membersihkan taman kemudian diberi makan oleh pemilik taman. Ia bersama Narep tidur di sebuah rumah kosong.

Narep ini adalah tetangga dari Faris dan mengalami gangguan kejiwaan. Dia suka bermain dengan anak kecil.

Sementara itu, Komandan Kompi Brimob Lombok Tengah, AKP Sandro Dwi Rahadian, menyampaikan kepada pihak keluarga supaya menempuh jalur hukum dengan melaporkan Narep ke Polres Lombok Tengah. Namun pihak keluarga Fariz menolaknya dikarenakan permasalahan tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan mengingat kondisi kejiwaa Narep. “Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Lombok Tengah untuk tetap waspada dan mengawasi anak anak maupun keluarganya. Jadi harus waspada dan awasi anak – anak kita. Jangan sampai lalai. Baik terhadap keluarga, teman ataupun siapa saja, jangan sampai timbul dan terjadi hal – hal yang tidak diiginkan. Karena kalau sudah anak kita hilang, yang salah adalah kita sebagai orang tua, karena kurangnya pengawasan,”terangnya.(met)