SDN 22 Disatroni Maling, Motor Anak Kepsek Disikat

TUNJUKKAN: Kepala SDN 22 Praya Lombok Tengah, H Amir saat menunjukan lokasi motor yang terparkir di halaman sekolah, Rabu (23/6). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Aksi pencurian di wilayah hukum Polres Lombok Tengah kini semakin marak. Setelah sebelumnya aksi pencurian mobil terjadi di halaman Masjid Agung Praya. Kini aksi kawanan maling ini menyatroni Sekolah Dasar (SD) Negeri 22 yang ada di wilayah Praya. Atas kejadian itu, motor yang terparkir di halaman sekolah berhasil dibawa kabur.

Aksi pencurian yang terjadi pada Selasa malam (22/6) ini terekam CCTV yang ada di sekolah tersebut. Nampak dalam rekaman CCTV dua orang pelaku masuk ke dalam halaman sekolah dengan membuka pintu gerbang yang saat itu tidak terkunci. Saat itu salah seorang pelaku langsung mengambil satu unit kendaraan jenis Honda Revo. Sementara pelaku yang lainnya berniat mengambil kendaraan lainnya. Namun saat itu, penjaga sekolah keluar dan pelaku langsung kabur membawa satu unit kendaraan saja.

Kepala SDN 22 Praya Lombok Tengah, H Amir menceritakan, bahwa aksi pencurian ini terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu, ia baru pulang dari Mataram karena ada kegiatan anak muridnya. Setelah yang bersangkutan pulang dari Mataram, hanya saja belum sampai rumah, anaknya yakni Arya Winata menelepon untuk meminjam mobil yang digunakan dirinya itu. “Anak saya datang ke sekolah menukarkan sepeda motornya dengan mobil saya yang akan dipinjam. Saat itu Honda Revo miliknya diparkirkan di depan rumah penjaga sekolah dan menitipkan kunci motor ke penjaga sekolah,” ungkap Kepala SDN 22 Praya Lombok Tengah, H Amir saat ditemui di sekolah, Rabu (23/6).

BACA JUGA :  Mariati Minta Kejelasan Status ke IPSI Loteng

Selang beberapa lama setelah anaknya pergi, datang pencuri dengan cara masuk lewat gerbang depan sekolah yang saat itu tidak terkunci. Nampak dua orang pelaku masuk dan satu orang pelaku diduga berjaga di luar gerbang. “Satu motor berhasil dibawa kabur, sementara motor yang berada didekat motor anak saya itu belum sempat diambil. Karena saat itu penjaga sekolah yang saat itu berada didalam langsung keluar dan para pelaku kabur,” terangnya.

BACA JUGA :  Pasar Murah, Perindag Gantung BUMN dan BUMD

Amir mengaku, aksi pencurian yang dialami di lingkungan sekolah bukan kali ini saja terjadi. Bahkan tidak lama ini pihak sekolah juga mengalami kasus pencurian. “Ini kasus yang kedua kalinya. Sebelumnya juga terjadi di sekolah saya kehilangan tas, dompet dan berbagai dokumen lainnya. Kita sudah laporkan juga ke petugas dan kita berharap pelaku bisa cepat terungkap,” terangnya.

Sementara itu. Kapolsek Praya, IPTU Hariono menegaskan pihaknya sudah turun untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan saksi untuk mengungkap kasus ini. Pihaknya berharap kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan aksi pencurian yang saat ini mulai meresahkan masyarakat. “Untuk pelaku masih lidik dan untuk mengantisipasi kasus pencurian ini, kita tetap turun melakukan patroli dan untuk keamanan ini memang tidak bisa diserahkan kepada aparat saja. Tapi kita butuh dukungan dari berbagai element masyarakat, agar situasi kamtibmas bisa terus terjaga dengan baik,” terangnya. (met)