Jokowi Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh

Kunjungi Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani

Jokowi Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh
KUNJUNGAN JOKOWI: Presiden RI, Joko Widodo, saat melaksanakan kunjungan balasan ke Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) Syaikh Zainuddin NW Anjani. (JALAL/RADAR LOMBOK)

SELONG—Untuk pertama kalinya, Presiden Republik Indonesia (RI), Ir. H. Joko Widodo, mengagendakan kunjungannya ke Lombok Timur (Lotim), Kamis kemarin (23/11). Salah satu agenda kunjungannya yaitu berziarah ke makam Pahlawan Nasional, yang merupakan pendiri organisasi Nahdlatul Wathan (NW), Almagfurullah TGKH. M.  Zainuddin Abdul Majid atau biasa disapa Maulana Syaikh, yang berada di komplek Yayasan Pondok Pensantren Pendidikan Hamzanwadi NWDI di Pancor, Lotim.

Rombongan Presiden, dengan didampingi Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, kedatangannya bahkan sudah ditunggu sejak pagi oleh ribuan santri dan pengurus NWDI di komplek Birrul Walidain. Kedatangan Jokowi disambut lantunan sholawat dan lagu perjuangan karya Maulana Syaikh.

BACA JUGA :  Panwaslu Tertibkan Spanduk Jokowi-Ma’ruf

Tak lama kemudian, Jokowi bersama Gubernur NTB, Ummi Hj. Sitti Rauhun ZAM, dan keluarga besar lainnya menuju ke komplek pemakaman Maulana Syaikh. Disana mereka memanjatkan doa, untuk kemudian ditutup dengan menaburkan bunga di pusara makam Maulana Syaikh.

Kegiatan terakhir, Jokowi diberikan kesempatan untuk menyampaikan sambutan di depan ribuan santri, yang berlanjut sesi tanya jawab atau kuis bersama para santri, dengan hadiah sepeda. “Saya sangat bahagia bisa silaturahmi ke sini. Karena beberapa kali sudah berencana, tapi (baru) sekarang saya diijinkan,” kata Jokowi, diawal sambutannya.

Secara khusus, Jokowi juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada putri tertua Maulana Syaikh, Ummi Hj. Sitti Rauhun ZAM, yang telah berkesempatan datang langsung ke Istana Negara (Jakarta), untuk menerima anugerah gelar Pahlawan Nasional Maulana Syaikh, 9 Nopember lalu.

Sosok Maulana Syaikh di mata Jokowi merupakah salah satu tokoh yang telah berjasa besar bagi bangsa ini. Baik itu jasanya untuk memerdekakan bangsa ini dari penjajah. Termasuk juga perjuangannya mencerdaskan masyarakat melalui berbagai lembaga pendidikan yang telah didirikan. “Saya ingatkan ke kita semua. Kita ini adalah negara besar. Kita memiliki 17 ribu pulau, 714 suku, 516 kabupaten/kota, dan beragam agama,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Kenang Pahlawan, SMPN 3 Gangga Baca Parade Puisi

Sebagai negara besar, yang didalamnya ada beragam agama, maka hal yang patut disyukuri karena Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia.

Ditengah kemajemukan dan beragam suku budaya yang ada di negara ini. Namun jalinan persaudaraan dan ukhuwah Islamiyah bisa terjaga dengan sangat baik. Sehingga sampai sekarang, kesatuan negara ini masih tetap terjaga dengan utuh. “Saya berharap di waktu mendatang saya bisa berkunjung lagi ke sini,” harap Jokowi.

Sementara Gubenur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, yang juga cucu Pahlawan Nasional Maulana Syaikh, memberikan ucapan selamat datang kepada Presiden RI, Jokowi, yang telah menyempatkan diri berkunjung ke Ponpes Darul Nahdlatain NWDI di Pancor.

Ponpes yang dikunjungi Presiden ini menurutnya, sebagai bukti  dan sejarah perjuangan pendiri NWDI, TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid. “Di mushola ini ada kursi tempat Maulana Syaikh mengajar selama berpuluh-puluh tahun. Mulai dari beliau membangun di tahun 1934,” ungkap Gubernur yang akrab disapa TGB ini.

TGB juga menyampaikan rasa syukur atas penghargaan gelar Pahlawan Nasional yang telah diberikan Presiden kepada pendiri NW, Maulana Syaikh. Penetapan gelar Pahlawan Nasional untuk Maulana Syaikh sebutnya, merupakan bentuk pengakuan dari negara. Artinya, dengan gelar Pahlawan yang disandang itu, maka segala perjuangan yang telah dilakukan oleh Maulana Syakih dianggap sudah sangat cukup.

BACA JUGA :  Pemerintah Dompu Persiapkan Kedatangan Jokowi

“Itu adalah penghargaan yang paling tidak ternilai bagi kami semua. Semoga Pak Presiden tetap diberikan kesehatan dan dibalas segala kebaikannya,” ujar TGB setengah berdoa.

Sebelum ke Pancor, Presiden RI, Jokowi, juga berkunjung ke Yayasan Pendidikan Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani, sekitar pukul 09.00 Wita. Kesempatan itu rombongan Presiden Jokowi yang juga didampingi Gubernur NTB, TGH M. Zainul Majdi, disambut langsung oleh Ketua Umum PB NW, Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM, bersama pengurus lainnya di Wisma Dewi Anjani, Lingkungan Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani Lotim.

Jokowi Ziarah ke Makam Pahlawan Nasional Maulana Syaikh
KUNJUNGAN JOKOWI: Presiden Jokowi, saat berkunjung ke Makam Pahlawan Nasional TGKH. M. Zainuddin Abdul Majid di komplek Yayasan Pendidikan Hamzanwadi NWDI Pancor. (M. GAZALI/RADAR LOMBOK)

Sekitar setengah jam berada di Wisma Anjani, Presiden kemudian keluar menuju Aula Ponpes, untuk menyampaikan sambutan, dengan didampingi Gubernur NTB, Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM, R. TGB HL M Zainuddin Atsani, dan HL M Gde Syamsul Mujahidin.

Sementara ribuan jamaah yang terdiri dari para pengurus organisasi NW dari 23 Provinsi di Indonesia, para Massyaikh dan Jamaah, serta santri yang sejak pagi telah menunggu kedatangan Presiden, kompak melantunkan zikir dan doa bersama, bermunajat agar Jokowi menang dan terpilih kembali pada Pilpres 2019 mendatang.

Dalam sambutan dihadapan ribuan jamaah dan santri, Presiden menyampaikan kegembiraannya dapat hadir di tengah-tengah masyarakat Lombok Timur, dan khususnya jamaah NW. Sekaligus kunjungan silaturrahim ke Ponpes NW Anjani ini sebagai bentuk kunjungan balasan atas kedatangan Ummi Hj. Sitti Raihanun ZAM, ke Istana Negara beberapa waktu lalu.

Usai menyampaikan sambutan, Presiden memberikan kesempatan kepada tiga orang santri untuk maju, dan menjawab pertanyaan Presiden, yang kalau berhasil mendaatkan hadiah sepeda. Sebanyak tiga santri, satu diantaranya adalah santriwati, berhak mendapatkan sepeda, setelah menyebut sila dari Pancasila yang diminta Presiden.

BACA JUGA :  PDIP Rayu Parpol Pendukung Jokowi, Agar Dukung “Aseli”

Presiden kemudian melanjutkan dengan pembagian buku tulis bertuliskan “Ayo Belajar” pada sampul depan, dan “Membacalah” pada sampul belakangnya, yang disambut antusias oleh para santri.

Usai kunjungan ke Ponpes Syaikh Zainuddin NW Anjani dan Ponpes Darunnahdlatain NW Pancor, Presiden Jokowi kemudian melanjutkan perjalanan makan siang di Lesehan Rirana Selong. Uniknya, Presiden yang dikawal oleh Paspampres, terlihat berjalan kaki dengan santainya di depan mobil kepresidenan. Kesempatan itu, Presiden menyapa warga yang hadir sepanjang jalan dengan melambaikan tangan, seraya melemparkan cendera mata selendang yang langsung ditangkap oleh warga yang beruntung mendapatkan lemparan Presiden. (lie/lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut