Imam Besar Istiqlal Ziarahi Makam Ketak

Imar Besar Istiqlal Ziarahi Makam Ketak
BATU PERTAMA: Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasarudin Umar saat peletakan batu pertama pembangunan ruangan di Pondok Pesantren (Ponpes) Assholihiyah Lopan, Kamis kemarin (13/7). (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasarudin Umar mentadangi Pondok Pesantren (Ponpes) Assholihiyah Lopan Desa Monggas Kecamatan Kopang Lombok Tengah, kemarin (13/7).

Kedatangan Nasarudin sebagai penceramah dalam kegiatan halalbihalal atau silaturahmi di ponpes itu. Selain Nasrudin, kegiatan itu juga dihadiri oleh Wakil Bupati Lombok Tengah L Pathul Bahri, Rais Syuriyah PCNU Lombok Tengah TGH Ma’arif Makmun Diranse, dan sejumlah tokoh dan tamu undangan lainnya.

Sebelum menyempaikan ceramah, Nasarudin sempat mengungkapkan kekagumannya terhadap NTB. Menurutnya, di NTB banyak pejabat dari kalangan tokoh agama. “Gubernurnya juga seorang ulama yang sudah terkenal, belum lagi pejabat lainnya. Sehingga ini bisa menjadi nilai positif pada pemerintahan di daerah ini,” sanjung mantan Wakil Menteri Agama ini.

Sementara itu, pada ceramah singkat yang dibawakan, Nasaruddin membahas sejumlah hal. Seperti makna silaturahmi hingga cara mendidik anak yang memiliki jiwa spiritual yang baik.  Diterangkannya, silaturahmi merupakan cara yang baik untuk mempererat hubungan persaudaraan antar sesama. Yang terpenting juga yakni silaturahmi dengan orang tua yang sudah meninggal. “Kalau untuk silaturahmi dengan sesama manusia bisa dilakukan lewat pesan singkat. Tapi bagaimana sering kita semua melakukan silaturahmi dengan orang tua kita yang sudah meninggal. Ini yang lebih penting,dan itu harus selalu kita lakukan sebagai seorang muslim,” tuturnya.

Selain itu, Nasarudin juga menekankan kepada para orang tua untuk bagaimana menanamkan pendidikan spiritual kepada anaknya. Menurutnya hal ini bisa berdampak positif untuk perkembangan anak.  Terlepas dari itu, Nasarudin Umar yang diangkat menjadi Imam Besar Masjid Istiqlal sempat menuai kontroversi. Di mana dari sejumlah sumber, imam besar ini sempat diduga terlibat dalam kasus korupsi proyek penggandaan Alquran pada saat menjabat wakil menteri pada 2011-2014 lalu.

Selain itu, Nasarudin juga dipandang sebagai tokoh Islam liberal serta penggiat gender. Dalam kesempatan itu pula sempat disinggung terkait Islam moderat dan liberal meski tidak menjelaskan secara mendalam.

Usai memberikan ceramah, Nasarudin kemudian berkesempatan untuk meletakkan batu pertama pada pembangunan ruang belajar ponpes setempat. Di ujung kunjungannya, Nasarudin juga menengok makam Ketak yang berada di samping ponpes tersebut.

Sementara itu, Wabup L Pathul Bahri dalam sambutanya menyampaikan, bahwa pemkab saat ini menjadikan dunia pendidikan sebagai skala perioritas karena menurutnya dengan majunya sebuah pendidikan di suatu daerah maka berdampak kepada berkurangnya angka kemiskinan di daerah itu sendiri. “Saat ini angka kemiskinan di Lombok Tengah hanya 15 persen dan salah satu cara agar kemiskinan tersebut bisa ditanggulangi adalah dengan dunia pendidikan. Karena semakin banyak orang yang berpendidikan di suatu daerah maka semakin besar dan berkembang pembangunan di daerah itu sendiri sehingga kami bertekad bahwa pendidikan merupakan periotritas kami,” ujarnya.

Disampaikanya juga bahwa saat ini KEK Mandalika sudah tertanam nilai investasi hingga Rp 21 triliun, maka hal itu merupakan suatu wujud bagaimana pemerintah sangat berperan aktif dalam menanggulangi kemiskinan di Lombok Tengah. “Dengan majunya sebuah pendidikan maka maju pula suatu daerah,” ujarnya.

Membuktikan kepedulianya itu, pihaknya dalam kesempatan itu juga memberikan dana kepada pihak ponpes sebanyak Rp 100 juta. Hal itu diharapkan nantinya jika dana tersebut guna untuk kepentingan ponpes untuk mencetak kader- kader yang intelektual yang mampu mengharumkan nama baik daerah. (cr-met)

BACA JUGA :  TNI Bantu Perbaiki Gubuk Warga Miskin