Polres Loteng Kekurangan Personel

Polres Loteng Kekurangan Personel
Kapolres Lombok Tengah AKBP Kholilurr Rochman bersama camat Praya Timur dan sejumlah kepala desa saat memberikan arahan kepada masyarakat pembuat SIM kemarin.( SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Bertambahnya jumlah desa persiapan di Lombok Tengah ternyata berpengaruh terhadap personel kepolisian.

Hal ini diungkapkan Kapolres Lombok Tengah, AKBP Kholilur Rochman, bertambahnya jumlah desa/kelurahan dari 127 menjadi 142 desa/kelurahan berdampak terhadap penambahan personel kepolisian. Sebab, pihaknya harus kembalu mengupayakan agar masing-masing desa persiapan ditugaskan anggota bhabinkamtibmas. ‘’Ini mengingat program kepolisian yang mengacu pada satu desa satu polisi,’’ kata Kholil saat acara program Sim Masuk Desa (Si Made) di lapangan umum Desa Mujur Kecamatan Praya Timur, kemarin (30/3).

Kenapa pihaknya menyebutkan kalau personil kepolisian berkurang lantaran adanya pemekaran, sebab kepolisian memiliki program satu desa satu anggota kepolisian yang dinamakan kamtibmas. Sedangkan saat ini secara rasio, di Loteng saja jumlah penduduknya lebih dari 69 ribu.

Sedangkan jumlah personel saat ini sebanyak 1862 anggota, selanjutnya personel yang ditempatkan dimasing masing polsek sebanyak 41 orang.  “Jumlah saat ini kami juga masih mengalami kekurangan, adanya pemekaran desa tentunya ini berdampak pada penambahan jumlah anggota, yang akan diangkat sebagai Babinkamtibmas,” katanya.

Oleh karena itu, kurangnya jumlah personel tersebut, pihaknya mengharapkan peran serta masyarakat, untuk membantu kepolisian menciptakan rasa keamanan dimasing masing wilayah atau desa. Sebab polisi juga memiliki keterbatasan untuk memberikan pengayoman, sehingga peran serta masyarakat sangat diharapkan. “Polisi juga punya keterbatasan, jadi saya harapkan adanya penambahan jumlah desa, masyarakat harus membantu menciptakan rasa aman di masing-masing wilayah atau desa,” sebutnya.

Dikatakan,seperti apa yang dikatakan oleh camat Praya Timur, di Praya Timur ini jumlah desa  dari 10 desa dan sekarang bertambah menjadi Emapt Belas. Yakni Desa Pengonak dan Jeropuri (Pemekaran Desa Ganti) dan Desa Beleka Daye dan Lebe Sane 9Pemekaran Desa Beleka).

Dari empat desa persiapan ini, tentunya harus diangkat Babinkamtibmas, sebelum pengangkatan Babinkamtibmas, masyarakat harus membantu, terutama pejabat desa, minimal segera menghidupkan siskamling. “Jadi ini berlaku buat semua desa persiapan, bukan hanya di kecamatan Praya Timur saja, untuk membuat pos ronda,” pinta Prajurit pangkat dua ini.

Ditambahkan, ditengah kemajuan zaman, tugas kepolisian semakin terus dihadapkan dengan berbagaimacam persoalan, sebut saja seperti Narkoba. Jika dulu narkoba hanya ada di sejumlah diskotik terbesar, namun sekarang Narkoba sudah mulai merambah disemua desa hingga pelosok.

Oleh karena itu, kembali pihaknya menekankan kepada orang tua dan masyarakat, untuk ikut menjaga dan berpartisipasi guna terwujud, keamanan dan mencegah peredaran barang haram ini.

Selanjutnya tingkat kriminalitas di Loteng juga terus mengalami peningkatan, dari hasil catatan Polres dari sekian persoalan yang ditangani, teryata ujung ujungnya itu berawal dari prekonomian. Oleh karena itu, kedepan pihaknya akan membangun kerjasama intens dengan pihak Pemkab, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Selama ini pokok utama kriminalitas adalah faktor ekonomi. Dari hasil kajian ini saya akan mengajak pemkab untuk melahirkan program guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (cr-ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid