Hujan Kartu, Tomcat Tercecer

KAWALAN KETAT: Rapatnya barisan belakang Bhakti Puyung sampai-sampai tidak ingin member ruang tembak bagi pemain Tomcat (baju hijau, Red) (ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

GIRI MENANG—Persatuan Sepakbola (PS) Bhkati Puyung sukses menunjukan kedigdayaannya di hadapan PS Tomcat Praya Timur. Pertemuan kedua tim berkesudahan dengan skor tipis, 2-1.

Pertemuan kedua tim ini berlangsung di lapangan umum Narmada, Lombok Barat. Kedua tim bentrok dalam ajang Garuda Muda Cup 2017, Kamis (23/2).

Yang menarik dari laga ini adalah hujan kartu yang diberikan pengadil lapangan kepada para pemain dari dua tim. Baik Bhakti Puyung maupun Tomcat sama-sama meraih banyak kartu di laga tersebut. Tercatat sebanyak 4 kartu kuning dan 1 kartu merah mewarnai jalannya pertandingan.

Di laga ini Bhakti Puyung  dan Tomcat sama-sama kesulitan menuntaskan permainan. Padahal jika dilihat dari pola permainan Bhakti Puyung, tim ini lebih superior dan tampil menekan sejak kick off babak pertama.

Di bawah komando Dodi (11), Bhakti Puyung relative tampil lebih superior dengan penguasaan bola yang lebih banyak. Tak heran jika berkali-kali pula tim ini mengancam gawang lawan.

Sebaliknya, Tomcat yng banyak melancarkan serangan balik, juga tak kalah membuat Bhakti Puyung kewalahan. Beruntung gawang yang dikawal M Ahyar Rosidi masih bisa diamankan denga baik. Ia berkali-kali sukses menghalau bola yang dilesakan para pemain Tomcat.

[postingan number=3 tag=”olahraga”]

Tepat di menit ke 16, Tomcat mendapat hadiah tendangan sudut yang berujung pada hand ball. Wasit yang berada tepat disamping pemain Bhakti Puyung itu lantas membunyikan peluitnya sembari menunjuk titik putih sebagai tanda penalti. Erwin (11) yang bertindak sebagai algojo sukses mencuri poin lebih dulu lewat tendangan penaltinya.

Kedudukan di papan skor kini sudah 1-0 untuk kemenangan Tomcat. Namun berselang 13 menit kemudian, intensitas permainan menekan yang dilancarkan Bhakti Puyung rupanya membuahkan hasil. Tackling keras yang dialamatkan terhadap striker Bhakti Puyung oleh barisan belakang Tomcat juga diganjar penalti.

Dodi yang bertindak sebagai eksekutor sukses menyemimbangkan kedudukan menjadi 1-1. Sementara Jaber (14) pemain Tomcat yang melakukan pelanggaran diusir dari lapangan karena diganjar kartu merah.

Tomcat yang bermain hanya dengan 10 pemain rupanya kesulitan menghadapi serangan Bhakti Puyung. Namun demikian, serangan yang dilancarkan Bhakti Puyung masih bisa diimbangi.

Memasuki paruh kedua babak permainan, permainan Bhakti Puyung menjadi-jadi. Betapa tidak, serangan-serangan yang dilancarkan membuat Tomcat kalang kabut.

Dalam situasi tempo permainan yang kian panas, Bhakti Puyung melakukan pergantian pemain. Suhirman (5) diganti Artagil (15). Masuknya pemain yang satu ini rupanya memberikan andil besar bagi tim. Ia kerap kali mengirim dan menyuplai bola dari lapangan tengah. Ia sepenuhnya bisa tampil sebagai dirigen dan komandan lapangan tengah bagi Bhakti Puyung.

Peran Artagil ini terbukti di menit 70. Ia sukses memanfaatkan umpan langsung dari barisan belakang timnya untuk diteruskan dengan pertunjukan solo hingga ke arena kotak penalty Tomcat. Saat berada di mulut gawang lawan, tanpa menyia-nyiakan peluan, ia langsung melesakan bola dengan sempurna. Kedudukan pun akhirnya 2-1 untuk kemenangan Bhakti Puyung.

‘’Banyak sebenarnya peluang kami tadi tapi tidak bisa kami konversi menjadi gol,” ungkap kapten Bhakti Puyung, Dodi.

Meskipun demikian, pihaknya bangga dengan kerjasama semua lini. Bahkan dengan hasil yang diraih, pihaknya berharap agar ada peningkatan kerjasama yang kian solid di laga selanjutnya. (cr-adi/*)

BACA JUGA :  Piala Gubernur NTB 2017 Kembali Bergulir