Hotel di Gili Tramena Berpikir Ulang Menaikkan Harga Terlalu Tinggi

gili-trawangan
TAMU HOTEL: Suasana Gili Trawangan masih sepi tamu asing dan lokal selama pandemi Covid-19. Nampak, hanya beberapa saja cidomo yang menganggur menunggu penumpang wisatawan lokal.

MATARAM – Sejumlah hotel di Gili Trawangan tak berani menaikkan harga jual kamar terlalu tinggi untuk Natal Tahun Baru (Nataru) dan juga gelaran event MotoGP pada Maret 2022 mendatang . Pasalnya, jika harga ditawarkan terlalu tinggi, maka para tamu akan beralih menginap di Bali dan menggunakan speedboat ke Gili Mas menjelang perhelatan MotoGP 2022 mendatang.

Artinya para tamu –tamu tersebut justru memilih untuk menginap di Bali lebih terjangkau daripada harus menginap di Gili Tramena, jika harga kamar yang ditawarkan terlalu tinggi. Hal tersebut menjadi kendala hotel yang ada di kawasan Gili Tramena, karena tujuan tamu melalui Gili Mas untuk dari Bali, jika harga yang ditawarkan di Gili Tramena terlalu tinggi dibandingkan kamar hotel di wilayah Bali.

“Kalau menaikkan harga kamar hotel terlalu tinggi, bisa menjadi boomerang bagi industri perhotelan di Gili Tramena. Karena wisatawan bisa saja lebih memilih menginap di hotel yang ada di Bali lebi murah tinggal menggunakan fastboat dari Bali ke Gili Mas, jika harga kamar terlalu di tinggi di Gili Trawangan dan sekitarnya.

BACA JUGA :  Menuju Gili Trawangan, Wisatawan Satu Tumpangan dengan Kambing

Kita menaikkan harga kamar terlalu tinggi, hati-hati jangan sampai fast boat dari Bali justru direct ke Gili Mas bukan ke Gili,” kata Genaral Manajer Hoter Royal Singosari Trawangan, Rikardus Jumas, Selasa (21/12).

Selain harga kamar hotel tinggi, kendala para hotel di Gili adalah boat untuk menumpang. Ada beberapa travel,  kalau sampai dengan hari ini ada 7 agent menghubungi untuk minta kamar di periode MotoGP di blok. Hanya saja dimintain DP 50 persen, kemudian 2 minggu akan chekin diminta untuk pelunasan.

Diakui Ricky, pada event WSBK lalu memang hotel-hotel di Gili Tramena tidak mendapatkan dampak pesanan satu kamar pun. Sementara, di posisi MotGP tahun depan sudah mulai ada tanda-tanda pesanan kamar dari para  tamu dari sejumlah daerah dan luar negeri

“Optimis pada MotoGP 2022 kamar akan bisa full. Itu selama 3 hari mereka pesannya, rata-rata dari tanggal 18-21 Maret. Kita tidak mau blok kalau belum ada DP,” ucapnya.

Sementara itu, room for label di Gili Trawangan rata-rata 500 kamar yang ready per hari dari total diaplikasi dengan 400 hotel yang live. Dari 500 kamar yang tersedia, itu kemungkinan hanya 5 persen yang terisi.  Selama ini yang leading, ada Aston, TOT, Villa Ombak dan dari tiga hotel ini rata-rata 100 room for label. Itu saja 3 properti sudah 300 per hari.

BACA JUGA :  Kebijakan Gubernur Soal Gili Trawangan Dapat Menjaga Citra Pariwisata NTB

“Kalau dibilang market tidak ada, tidak juga. Market ada, cuma tidak banyak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) NTB Dewantoto Umbu Joka mengatakan, jika harga kamar hotel dijual terlalu tinggi, maka penonton akan memilih untuk menginap di Bali dengan harga lebih murah. Terlebih mereka juga mudah untuk datang ke Lombok hanya menggunakan speedboat saja.

“Hotel di sini saja satu malam Rp1 jutaan, penonton itu belum harga tiket pesawat, tiket MotoGP, transportasi, makan dan lain-lainnya. Bisa-bisa mereka habis Rp10 juta untuk 3 hari. Lebih baik mereka menginap di Bali daripada di Lombok kalau harga kamar terlalu tinggi di Lombok,” jelasnya. (dev)