Hikmah Idul Qurban Merupakan Momen Penting bagi Umat Islam

Oleh : Riduan Mas’ud
Dosen FEBI UIN Mataram

Kata Kurban قربان.berasal dari bahasa Arab “Qariba -Yaqrabu -Qurbanan” yang berarti dekat. Hal ini maksudnya qurban adalah ibadah yang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara mengerjakan perintah-Nya.

Sedangkan dalam pengertian syariat, qurban adalah menyembelih hewan ternak yang memenuhi syarat tertentu yang dilakukan pada hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah dan hari tasyrik yakni tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah semata-mata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Melakukan ibadah kurban hukumnya sunnah muakkad bagi umat muslim yang mampu. Dalil mengenai perintah untuk kurban ini ada pada surat Al-Kautsar ayat 2 yang berbunyi:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ٢

Artinya: “Maka, laksanakanlah sholat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!”

Bagi kaum Muslimin yang belum memiliki kemampuan menjadi tamu Allah SWT, mereka melaksanakan shalat Idul Adha dan ibadah qurban, sesuai dengan kemampuannya di manapun mereka berada. Ibadah qurban yang dilaksanakan kaum muslimin, sebagai salah satu upaya mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT.

Deskripsi kehidupan kaum muslimin ini, menggambarkan interelasi kuat antara orang yang menunaikan ibadah haji, dengan saudara-saudaranya yang tidak pergi ke Baitullah. Oleh karena itu, kita melaksanakan shalat Idul Adlha dan ibadah kurban pada hakikatnya sebagai bentuk kesadaran memenuhi perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Dalam ibadah qurban, nilai yang paling esensial adalah sikap batin berupa keikhlasan, ketaatan dan kejujuran. Tindakan lahiriyah tetap penting, kalau memang muncul dari niat yang tulus. Sering kita digoda syetan agar tidak melaksanakan ibadah qurban karena khawatir tidak ikhlas.

Baca Juga :  Idul Qurban di Era Ekonomi Digital: Perubahan, Tantangan, dan Peluang

Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin-nya berkata, bahwa syaitan selalu membisiki kita: “Buat apa engkau beribadah kalau tidak ikhlas, lebih baik sekalian tidak beribadah”.

Ibadah qurban bukan hanya mementingkan tindakan lahiriyah, berupa menyedekahkan hewan ternak kepada orang lain terutama fakir miskin, tetapi yang lebih penting adalah nilai ketulusan guna mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam beberapa ayat Alquran, Allah SWT memperingatkan bahwa yang betul-betul membuahkan kedekatan dengan-Nya (qurban), bukanlah fisik hewan qurban, melainkan nilai takwa dan keikhlasan yang ada dalam jiwa kita.

Ada  beberapa hikmah yang bisa dipetik. Berikut adalah beberapa hikmah dari Idul Qurban:

Pengorbanan yang Ikhlas: Idul Qurban mengajarkan tentang pentingnya pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas demi mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dalam mempersembahkan hewan kurban, umat Muslim dituntut untuk mengorbankan sesuatu yang bernilai bagi mereka, baik itu hewan ternak atau harta yang dimiliki. Hikmahnya adalah melatih kesediaan untuk mengorbankan apa yang kita cintai dalam rangka mengikuti perintah Allah dengan ikhlas.

Kesadaran akan Rasa Syukur: Melalui Idul Qurban, umat Muslim diingatkan akan nikmat dan rezeki yang telah diberikan Allah SWT. Hikmahnya adalah memupuk rasa syukur dalam diri, karena kita dapat menghargai berkat dan nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Ketika melihat hewan kurban disembelih, kita diingatkan tentang kehidupan yang diberikan Allah kepada makhluk-Nya.
Peduli terhadap Sesama: Idul Qurban juga mengajarkan tentang pentingnya berbagi dan peduli terhadap sesama. Bagian dari hewan kurban yang disembelih akan dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan, terutama kepada fakir miskin dan kaum dhuafa. Hikmahnya adalah membentuk sikap kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama yang membutuhkan.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Mencapai Puncak Kinerja Positif di Era Kepemimpinan H Kukuh Rahardjo

Pelajaran Kesederhanaan: Idul Qurban mengingatkan umat Muslim akan nilai kesederhanaan dalam kehidupan. Dalam proses penyembelihan hewan kurban, tidak hanya daging yang menjadi fokus, tetapi juga bagian lain seperti kulit, tanduk, dan tulang yang bisa dimanfaatkan. Hikmahnya adalah belajar untuk tidak berlebihan dalam konsumsi dan memanfaatkan segala sesuatu dengan bijaksana, serta menghargai setiap nikmat yang diberikan oleh Allah.

Mendekatkan Diri kepada Allah: Idul Qurban adalah momen untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. Dengan mengikuti perintah-Nya dalam melaksanakan ibadah kurban, umat Muslim dapat mendekatkan diri kepada Allah dan merasakan keberkahan-Nya. Hikmahnya adalah meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, serta merasakan kebahagiaan dalam beribadah kepada Allah.

Hikmah-hikmah tersebut memperkuat nilai-nilai agama, mengajarkan kepedulian sosial, dan menguatkan rasa syukur dalam diri umat Muslim. Idul Qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menggali makna dan hikmah di balik perayaan tersebut. (*)

Komentar Anda