Gubernur Zul Diminta Serius Bangun Pabrik Pakan di NTB

PABRIK PAKAN : Pabrik pakan ternak di kawasan RPH Banyumulek atau di BRIDA NTB, masih memproduksi pakan ternak terbatas. (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Persoalan anjloknya harga jagung di tingkat petani menarik perhatian Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Provinsi NTB. Pasalnya, ekspor jagung  yang dicanangkan oleh Pemprov NTB, ternyata tidak membuahkan hasil. Kementerian Pertanian (Kementan) RI menolak permohonan izin Gubenur NTB H Zulkieflimansyah terkait izin ekspor jangung keluar negeri.

Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi mendorong Pemprov NTB untuk memperbanyak pabrik pakan ternak di Pulau Sumbawa, guna mendorong nilai tambah ekonomi pada hasil panen jagung milik petani, dibandingkan harus ekspor ke daerah lain atau luar negeri.

“Kita terus mendorong untuk memperbanyak pabrik pakan ternak di kabupaten/kota se-NTB,” kata H Abdul Hadi, Ahad (22/5).

Sebelumnya, Abdul Hadi mendukung langkah bijak Pemprov NTB dalam menangani turunnya harga jagung petani dengan cara mengekspor jagung ke luar negeri. Namun sisi lain Pemprov NTB juga diminta tak melupakan potensi atau menggenjot upaya di daerah agar memberikan nilai tambah bagi produksi jagung petani dengan cara memproduksi pakan ternak sendiri. Tentunya dengan cara memperbanyak dibangun pabrik, baik skala rumahan, pabrik besar atau skala menengah.

BACA JUGA :  NTB Kembali Ekspor 200 Ton Kopi ke Korea Selatan

Dengan hadirnya pabrik-pabrik pakan ternak ini bisa menjaga stabilitas harga jagung, agar tidak terlalu tinggi bagi pembeli pakan dan tidak terlalu rendah bagi petani. Kehadiran pabrik pakan masih minim dan menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama. Sebab itu perlu melibatkan para investor untuk berinvestasi dalam pabrik pakan ternak yang skala besar. Meski jumlahnya ada di beberapa tempat, namun kapasitasnya masih kecil.

“Kami harap investor semakin banyak membangun pabrik pakan di NTB. Kendala yang mereka hadapi soal persaingan harga yang ditakutkan tidak ada yang mengambil output tersebut. Tapi kalau sudah banyak pabrik akan jadi penyeimbang harga jagung,” kata Abdul Hadi.

BACA JUGA :  Pelaku Pariwisata Keluhkan Tingginya Tarif Pelayanan Kesehatan di Gili Tramena

Terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Dinas Perdagangan NTB Endang Sri Wahyuni menambahkan meski ekspor jagung ke luar negeri belum bisa dilakukan, Pemprov NTB sudah berupaya untuk tetap berkoordinasi dengan perusahaan pakan di Pulau Jawa, agar bisa memasok jagung dari NTB. Hanya saja tinggal menunggu skema pengiriman jagung.

“Dari Dinas Perhubungan NTB akan membantu dari segi angkutan darat maupun angkutan laut,” katanya.

Meski Dinas Perdagangan NTB tidak bisa intervensi fluktuasi harga jagung, sambungnya, diupayakan agar jagung petani terserap untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Dari penyerapan diharapkan para produsen pakan ternak sudah mulai bergeliat akan menyerap jagung sebagai bahan baku dari pakan ternak.

“Apabila produksi sudah berjalan sesuai dengan kebutuhan/permintaan pasar, maka penyerapan terhadap jagung itu akan besar,” pungkasnya. (cr-rat)