Gubernur NTB Tinjau Korban Banjir Lombok Timur

Data Sementara 525 Rumah dan 15 Jembatan Rusak

Gubernur NTB Tinjau Korban Banjir Lombok Timur
MENINJAU: Gubernur NTB TGH Zainul Majdi melihat langsung wilayah dan korban banjir di Desa Sepit dan Penendem Kecamatan Keruak, Selasa kemarin (21/11). (Humas Pemprov For Radar Lombok)

SELONG – Tiga hari paska banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di tiga kecamatan di Lombok Timur Sabtu malam lalu (18/11), Gubernur  NTB TGH Zainul Majdi  meninjau korban dan  wilayah yang terkena banjir.

BACA JUGA :  Curahan Hati Warga Desa Beleka Pascabanjir Melanda

Bersama rombongan dari Pemprov NTB, gubernur melihat kondisi pemukiman warga yang diterjang banjir di Desa Sepit dan Penendem Kecamatan Keruak. Di sela-sela meninjau lokasi banjir ini, gubernur menginstruksikan  jajarannya agar mempercepat  rehabilitasi paska tanggap darurat terhadap korban banjir. Rumah warga yang roboh dan rusak berat agar segera dibangun.Dia meminta SKPD terkait berkoordiansi dengan Pemkab Lombok Timur untuk melakukan pendataan terhadap para korban banjir ini.

Dirinya tidak  ingin melihat  warga berlama-lama berada di tempat penampungan. Apalagi hidup di dalam tenda seperti saat ini. ”Rumah yang hancur akan kita  prioritaskan dan masukkan ke dalam program pembangunan rumah layak huni pada tahun 2018. Kalau bisa secepatnya akan kita berikan dengan cara patungan dengan Pemkab Lombok Timur dan provinsi,”jelasnya Selasa kemarin (21/11).

Di sela-sela meninjau ini, gubernur  sempat menanyakan  kedatangan Bupati Lombok Timur ke lokasi banjir kepada Camat Keruak Mustamin Hasyim. Menurut Mustamin, Bupati Ali BD sudah turun ke lokasi banjir pada saat banjir Sabtu malam lalu. 

Gubernur menegaskan, banjir bandang ini disebabkan tingginya debit air akibat hujan deras. Akibatnya air sungai meluap dan sejumlah  embung yang berfungsi menampung air hujan juga jebol.”Banjir bandang ini memang karakternya datang sebentar. Biasanya masyarakat yang menjadi korban hanya beberapa saja, namun harta benda yang banyak melayang,”ujarnya.

BACA JUGA :  Kerugian Banjir Lombok Timur Ditaksir Rp 28 M

Di  daerah – daerah aliran sungai banyak dijumpai jembatan milik rakyat yang sudah tidak cocok dengan kondisi  saat ini.Banyak jambatan yang dibangun dengan model lama yaitu  menggunakan tiang penahan di tengahnya. Padahal, jambatan model lama ini sangat mempengaruhi jalannya air. Sehingga untuk kedepannya jambatan tidak boleh ada penghalang untuk mengantisipasi adanya luapan air.  “Adanya embung – embung yang jebol ini nanti  diminta  kepada kepala dinas pekerjaan umum dan dinas pertanian untuk memperioritaskannya sebagai bagian dari perbaikan embung,”tegasnya.

Dalam kesempatan itu, gubernur menyempatkan berdialog dengan warga, serta mengunjungi posko  tanggap bencana yang didirikan di kantor Camat Keruak. Kunjugan itu dilakukan sebagai upaya untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan bahan makanan bagi korban banjir dan ketersediaan sarana prasana belajar untuk anak sekolah.

Gubernur mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat. Banyak masyarakat yang  masih mempunyai kepedulian. Bahkan  banyak masyarakat berlomba-lomba dalam pemberian bantuan kepada korban banjir, seperti sembakao dan pakaian. ” Ini merupakan cermin nyata masyarakat masih memiliki sifat gotong royong.Saya berterima kasih kepada semua masyarakat yang sudah membantu teman – teman kita,”katanya.

Guburnur lalu menyerahkan  bantuan secara simbolis  kepada  masyarakat yang menjadi korban banjir secara simbolis, terutama anak – anak yang kehilangan pakaian sekolah sebesar Rp  50 juta untuk dibagi dua kecamatan.  “Kalau bantuan uang tunui tidak banyak, hanya Rp  25 juta untuk kecamatan Keruak dan kecamatan Jerowaru, dan beberapa bantuan lain yang diberikan secara simbolis,”kata salah satu anggota rombongan.

BACA JUGA :  Kapolri Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Lombok Timur

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Lalu Rusnan mengatakan masyarakat yang masih mengungsi  di posko pengungsian SDN 6 Sepit masih ada  4 kepala keluarga.”Untuk posko BPDB kita buat sebanyak 3 posko. Posko induknya di kecamatan Keruak,namun hanya 4 KK yang masih mengungsi,”jelasnya.

Disampaikanya, dari data terbaru masyarakat yang terdampak di Kecamatan Keruak sebanyak 764 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 2.441 orang.Rumah yang rusak ringan sebanyak 98 unit, rusak sedang sebanyak 131 unit dan rusak berat sebanyak 84 unit. Sementara di Kecamatan Jerowaru jumlah   terdampak banjir sebanyak 576 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 1436 orang. Jumlah rumah yang rusak ringan sebanyak 53 unit, rusak sedang sebanyak 72 unit dan rusak berat sebanyak 87 unit. “Total semuanya rumah yang rusak akibat banjir bandang di dua kecamatan sebanyak 525 rumah dan  14 unit jambatan rusak ringan dan satu dipastikan putus,”jelasnya.

Gubernur NTB Tinjau Korban Banjir Lombok Timur
JEMUR KASUR: Masudin korban banjir asal Desa Sepit menjemur kasur yang terendam banjir bandang. Masudin kehilangan dua unit rumahnya yang roboh dihantam banjir. (Janwari Irwan/Radar Lombok)

Namun sampai saat ini Pemkab Lombok Timur belum bisa menentukan jumlah kerugian. Tim yang dibentuk pemkab  sedang melakukan assassment ke lapangan.”Setelah tim kita melakukan validasi  data, baru kita tahu berapa kerugian kita,”jelasnya.

BACA JUGA :  Kerugian Akibat Banjir Lombok Timur Bandang Bertambah

Kepala Desa Sepit H Irfan  Junaidi mengatakan hingga saat ini ada 9 KK warganya  yang masih berada di tenda pengungsian.”Dari  pengungsi ini rata – rata membutuhkan peralatan masak yan hingga saat ini belum diberikan oleh pemerintah. Sementara untuk obat –obatan sudah aman,”kataya.(cr-wan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid