Golkar Mulai Penjaringan Bacagub

MATARAM–Tak mau ketinggalan kereta dalam pilkada NTB 2018, Partai Golkar sebagai peraih suara terbanyak sudah mulai menggelar penjaringan bakal calon gubernur yang akan diusung.

Sekretaris DPD Partai Golkar NTB, Baiq Isvie Rupaeda mengatakan, saat ini  Partai Golkar sudah mengantongi dua nama yang berpeluang diusung dalam pilkada dari penjaringan. Dua nama itu adalah, H Moh Suhaili FT yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah sekaligus Ketua DPD Golkar NTB dan H Ahyar Abduh yang merupakan Wali Kota Mataram.

“Untuk sementara, baru dua nama masuk penjaringan bakal calon yang akan diusulkan Partai Golkar pada pilkada nanti,” kata Ketua DPRD NTB itu, Kamis kemarin (25/8).

Dikatakan,  sekalipun sudah ada kader Golkar yang bakal diusung pada Pilgub mendatang. Ada tahapan dan mekanisme dilakukan dalam penjaringan bakal calon kepala daerah didukung dan diusung Partai Golkar. Baik pilkada gubernur, bupati dan wali kota. Misalnya, dengan survei internal untuk mengetahui elektabilitas atau tingkat keterpilihan dan peluang untuk meraih kemenangan di pilkada.

Meskipun, Partai Golkar bisa mengusung pasangan calon kepala daerah tanpa perlu berkoalisi dengan parpol lainnya, Isvi menegaskan, Partai Golkar harus membangun dan menjalin komunikasi dengan parpol lain.

Bagaimanapun, ujar Baiq Isvie, Partai Golkar memerlukan mitra dan dukungan lebih banyak lagi elemen untuk memaksimalkan dukungan, serta meningkatkan potensi kemenangan di pilkada NTB. Karena itu, Partai Golkar tak ingin jalan sendiri dan harus merangkul parpol lainnya.

Pada tahun 2016, Partai Golkar menargetkan sebagai tahun konsolidasi dan penguatan struktur kepengurusan hingga tingkat bawah. Terlebih, ada sejumlah agenda politik lokal bakal dihadapi partai berlambang pohon beringin tersebut. Yakni, pilkada NTB, Lotim, Lobar, dan pilkada Kota Bima.

Sebagai tindak lanjut dari penjaringan itu, Partai Golkar segera akan melaksanakan Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda). Agenda itu akan membicarakan dan membahas terkait persiapan lebih lanjut dari Golkar dalam menghadapi momentum politik tersebut.

Sementara itu, H Ayhar Abduh yang dikonfirmasi tidak mempermasalahkan partai merangkul dua nama. Nantinya akan ada mekanisme atau tahapan internal partai berdasarkan kesepakatan Rapimda yang dijadikan pertimbangan. Pada Rapimda ini mengacu pada tingkat elektabiliats masing-masing calon.

“Pasti ada survei partai mengenai ketokohan dan elektabilitas,” ungkap Wali Kota Mataram itu.

Terkait sentilan sejumlah pihak yang menilai bahwa Ahyar Abduh merupakan tokoh local di Kota Mataram. Baginya itu bukan masalah, boleh saja masyarakat menilai seperti itu, namun ia menegaskan bahwa dirinya sudah lama berkiprah di dunia politik. Dengan rekam jejak menjadi wali kota dua periode, dan sebelumnya juga pernah menjabat wakil wali kota Mataram, dirinya yakin bisa menjadi calon yang akan diusung Golkar. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid