Golkar Akhiri Puasa Nyalon di Pilkada Lotim

MARAK: Alat peraga sosialisasi berupa baliho milik Maud Adam banyak terpasang di sejumlah titik strategis di Lotim (Ahmad Yani/Radar Lombok)

MATARAM—Partai Golkar nyaris dua dasawarsa terakhir tidak pernah mengusung kadernya di Lombok Timur baik sebagai calon bupati atau calon wakil bupati.

“Saya kira ini momentum bagi Partai Golkar menunjukkan bahwa mereka punya kader memiliki kualitas dan kapasitas untuk dijagokan di Pilkada Lotim,” kata pengamat politik NTB, Darmansyah MSi kepada Radar Lombok Sabtu lalu (3/6).

Ada dua kader Partai Golkar maju dalam kontestasi di pilkada Lotim. Yakni, Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTB Maud Adam dan Ketua DPD Partai Golkar Lotim Daeng Paelori. Menurutnya, Partai Golkar adalah partai besar punya kader kapasitas dan kompetensi untuk dijagokan di Pilkada Lotim.

Karena itu, sudah selayaknya Partai Golkar di pilkada Lotim memberikan kesempatan dan peluang bagi kader terbaik untuk maju sebagai calon bupati maupun wakil bupati. Ia menilai, dengan keputusan Partai Golkar menjagokan kader terbaik di suksesi Pilkada Lotim akan menumbuhkan motivasi dan kepercayaan diri bagi kader dan pengurus di partai berlambang pohon beringin tersebut. “Ini akan memberikan efek positif bagi kader Golkar di Lotim,” imbuh pria mantan anggota KPU NTB tersebut.

Tujuan didirikan partai politik pun, kata Darmansyah, bagian dari proses kaderisasi untuk menciptakan calon pemimpin baik di level nasional maupun di daerah.

Karena itu, tidak ada alasan bagi parpol untuk tidak memberikan kesempatan bagi kader terbaik maju di pilkada. Terutama jika kader tersebut punya kapasitas, kapabilitas, kompotensi dan pengalaman.  

Partai Golkar Lotim, ungkapnya, tidak harus melulu terjebak kepada kepentingan pragmatis semata. Namun lebih penting dari itu sebagai partai kader Partai Golkar juga harus memperhatikan dan memberikan prioritas bagi kepentingan kadernya. “Ini juga menjadi bukti bahwa kaderisasi di Partai Golkar berlangsung dengan baik,” terangnya.

BACA JUGA :  Najamuddin Resmi Daftar di PKB

Pengamat politik NTB, Dr Kadri berpandangan, dengan dilaksanakan pilkada serentak baik di tingkat provinsi dan kabupaten kota membuat Partai Golkar harus berpikir di empat titik. Keputusan Partai Golkar untuk mengusung kader di pilkada Lotim sangat tergantung dari komunikasi politik dan negosiasi dijajaki di koalisi Pilkada NTB.

Andai Partai Golkar di Pilkada NTB sepakat koalisi mengusung duet Suhaili-Siti Rohmi sangat terbuka kemungkinan koalisi tersebut berlanjut di tingkat pilkada Lotim. Partai Golkar menjadi nomor dua mendampingi kader Partai Demokrat. “Tapi saya kira Partai Golkar harus mengakhiri puasa nyalon kader di pilkada Lotim,” ucapnya.

Ia menilai, sangat terbuka juga bagi Partai Golkar dengan tidak mengusung kader di Pilkada Lotim. Andai nanti dalam komunikasi politik dijajaki ada barter politik dengan pilkada NTB dan pilkada kabupaten/kota lainnya.

Misalnya, Partai Golkar menyerahkan dukungan kepada parpol lain namun di pilkada kabupaten kota lain kader Golkar diusung. “Dengan pilkada serentak ini biasa barter dukungan,” tandasnya.

Sementara itu, kandidat bupati dari Partai Golkar, Maud Adam, mulai gencar turun silaturahmi ke masyarakat. Maud Adam mulai menggelar pertemuan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan elemen masyarakat lainnya.

Dalam silaturahmi tersebut Maud Adam menyampaikan keinginan dan harapan untuk maju dalam kontestasi di Pilkada Lombok Timur (Lotim) 2018. Dengan silaturahmi yang dilakoni tersebut, ia ingin mendengar dan memperoleh aspirasi dari berbagai elemen masyarakat di Lotim terkait arah pembangunan di kabupaten Lotim. (yan)