Giant Tutup, Investasi Rp 209 Miliar Melayang

giant-tutup
TUTUP: Giant ekstra di Gegutu sudah tutup tertanggal 1 April 2019. Investasi sebesar Rp 209 miliar lebih melayang setelah penutupan ini. (Dok//Radar Lombok)

MATARAM — Penutupan ritel modern Giant Ekstra di Gegutu Kota Mataram patut disayangkan. Betapa tidak, penutupan salah satu gerai supermarket nasional itu membuat investasi dengan nilai fantastis melayang.

Nilai investasi Giant Ekstra Gegutu yang sudah tidak beroperasi (closing store) sejak 1 April 2019 itu mencapai Rp 209 miliar lebih. Nilai itu termasuk bangunan dan gedung plus modal usaha yang ditanam saat dilaporkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram.

‘’Itu besaran investasi termasuk bangunan dan gedung serta modal usaha yang dilaporkan dulu ke kita,’’ ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram, Cokorda Sudira Muliarsa, Senin (8/4).

BACA JUGA: Tiket Pesawat Mahal, Omzet Toko Oleh-oleh Anjlok 70 Persen

Meski demikian, Cokorda mengaku belum mengetahui secara pasti nilai investasi Giant Gegutu secara keseluruhan. Ini karena menurutnya, sangat berbeda untuk menganalisa besaran investasi yang nilainya tidak include berjalan keseluruhan.

‘’Karena ini masih melekat dengan bangunan. Artinya itu tidak akan mengurangi. Berbeda menganalisa investasi itu secara keseluruhan,’’ katanya.

Data investasi disebutnya harus dianalisa secara hati-hati. Karena tidak seluruhnya akan hilang.

Ia juga menginformasikan, penutupan itu bukan berarti aktivitasnya berhenti karena dimungkinkan beralih ke bidang ekonomi yang lain. Seperti halnya Smart Club di Abian Tubuh.

‘’Kalau dia berhenti kan pasti dia mengajukan surat ke kita atau mungkin pengalihan jenis usahanya. Dia bisa bersurat mengalihkan investasinya ke sektor lainnya. Tapi suratnya itu belum ada masuk ke kita. Saya kan tidak menganalisa keberadaan mereka,’’ katanya.  

Selain itu, akibat  penutupan Giant pihaknya mengetahui potensi jumlah tenaga kerja yang dirumahkan. Yaitu sekitar 108 pekerja berpotensi kehilangan pekerjaan.

BACA JUGA: Bawang Merah NTB Ekspor Melalui Brebes

‘’Tapi sekali lagi saya katakan. Bahwa saya tidak menganalisa dampaknya. Termasuk jumlah tenaga kerja yang bisa dirumahkan. Jumlah 108 orang itu sesuai yang dilaporkkan ke kita saat melapor dulu,’’ terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram, Hariadi mengaku sangat menyayangkan tutupnya Giant Ekstra Gegutu. Namun pihaknya tidak bisa mengintervensi kebijakan yang diambil oleh internal perusahaan. Pasca penutupan dilakukan otomatis akan ada pekerja yang dirumahkan. Namun dipastikan, belum ada yang datang mengadu ke Disnaker.

‘’Sudah saya tanya kabid dan mediator. Sampai saat ini tidak ada pengaduan dari karyawan,’’ katanya. (gal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut