Gempa M=5,5 di Selatan NTB Akibat Subduksi Lempeng Indo-Australia

Laporan gempa BMKG (IST/BMKG)

MATARAM–Gempa berkekuatan M=5,5 dilaporkan terasa oleh sebagian masyarakat Lombok, Kamis (15/4/2021) pukul 18.36 WITA tadi.

Berdasarkan catatan BMKG, gempa yang terjadi di Samudra Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara itu merupakan gempa tektonik, tepatnya di 10,69 LS dan 116,94 BT. Update kekuatan gempa yaitu M=5,4 pada kedalaman 44 km.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” kata Kepala Stasiun Geofisika Mataram Ardhianto Septiadhi S.Si.

BACA JUGA :  Happy Ending, Muzihir Ketua DPW PPP, Muhammad Akri Sekretaris

Untuk guncangan gempa kata Ardhianto, dirasakan di daerah Mataram dan Sumbawa, III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) dan Denpasar II MMI. “Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami,” terangnya.

BACA JUGA :  Gempa Terjadi Lagi di Selatan NTB, Kali ini Kekuatannya M=5,4

Adapun untuk gempa susulan, hingga pukul 18.46 WITA, belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). “Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tutupnya. (RL)