Empat SMK Diusulkan Menjadi BLUD

BLUD-SMK
DIPERBANYAK : Pemprov NTB akan memperbanyak produksi kendaraan listrik karya SMKN 1 Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

MATARAM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB telah mengusulkan 4 SMK kepada Gubernur untuk bisa menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Sebanyak 4 SMK ini dipastikan sudah mempunyai kompetensi keunggulan masing-masing.

“Kami telah mengusulkan 4 SMK di Pulau Lombok supaya menjadi BLUD dan sudah disetujui oleh Gubernur NTB Dr H. Zulkieflimansyah,” kata Kepala Dinas Dikbud Provinsi NTB H Aidy Furqan kepada Radar Lombok, Minggu (3/5).

Aidy mengatakan, selain SMK di pulau Lombok, juga menyiapkan SMK di Pulau Sumbawa yang akan menjadi BLUD. Saat ini Dikbud NTB juga sedang menyiapkan kajiannya dengan BPKAD dan Biro Hukum.

“Kami harapkan di Juli tahun ajaran baru SMK yang akan menjadi BLUD ini sudah memiliki SK BLUD,” ucapnya.

Dijelaskannya, setelah Gubernur NTB menyetujui SMK yang akan menjadi BLUD ini, Dikbud NTB akan mempersiapkan prosesnya, mulai dari administarsi, persyaratannya kemudian dari sisi hukum dan lain sebagainya supaya SMK ini tidak salah melangkah di kemudian hari. Adapun empat SMK yang diajukan menjadi BLUD tersebut, diantaranya SMKN 1 Lingsar, SMKN 2 Gerung, SMK 5 Mataram dan SMKN 1 Selong.

Menurut Aidy pada prinsipnya sekolah tempat melakukan riset, mengajar beberapa kompetensi yang bisa dikembangkan. Selain itu, temuan-temuan dari SMK tersebut adalah cikal bakal untuk bisa dikembangkan oleh industri. Akan tetapi SMK tersebut tidak boleh membuat sendiri untuk dikomersilkan temuan-temuannya, maka tidak leluasalah SMK tersebut memproduksi hasil mereka.

Oleh karena itu, agar SMK tersebut bisa memproduksi sendiri maka dibuat wadahnya yakni BLUD. Dengan adanya BLUD secara otomatis SMK boleh memproduksi dan komersilkan hasil produksi mereka dan memasarkan sendiri hasil karyanya itu.

Nanti SMK yang menjadi BLUD tersebut membiayai sekolahnya sendiri. Contoh di SMK 5 Mataram keunggulannya batik, tidak boleh menjual secara terbuka hasil karyanya itu karena sekolah adalah tempat eksperimen dan melakukan pembelajaran. Tapi dengan adanya BLUD tersebut boleh mereka menjual hasil karyanya itu.

“Selain itu SMK yang dirubah menjadi BLUD itu salah satu persyaratannya sudah memiliki workshop atau bengkel (teaching factory),” kata Aidy.

Sebelumnya,  Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah memberikan apresiasi atas potensi yang dimiliki oleh siswa-siswi SMK di NTB. Pasalnya banyak produk siswa SMK yang hebat. Selain itu juga banyak yang berpotensi dipatenkan dan diproduksi massal, sehingga BLUD cocok diterapkan di SMK. 

“Saya sarankan SMK yang sudah menerima bantuan revitalisasi ini dapat segera menjadi BLUD yang mampu menghasilkan dan nantinya bisa digunakan untuk pemeliharaan dan pengembangan SMK itu,” katanya. (adi)

BACA JUGA :  Akhirnya, Dikbud NTB Tutup Dua SMK Negeri di Mataram
Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid
Berita sebelumyaKomunitas UKM NTB Berbagi Ribuan Masker
Berita berikutnyaGubernur Ingatkan Masyarakat Tidak Beribadah di Masjid