Desa Setanggor, Juara I Desa Inovasi Pengembangan Pariwisata di Lombok Tengah

Satu Rumah Satu Homestay, Padukan Alam dan Seni Budaya Gaet Wisatawan

Desa Setanggor, Juara I Desa Inovasi Pengembangan Pariwisata di Lombok Tengah
INDAH: Salah satu lokasi wisata tempat seni dan budaya di Desa Stanggor Kecamatan Praya Barat (M Haeruddin/Radar Lombok)

Desa Setanggor memiliki segudang potensi wisata yang bisa menarik perhatian wisatawan lokal maupun mancanegara. Di desa itu, masyarakat dan pemerintah desa setempat mampu mengkolaborasikan keindahan alam dan kentalnya adat budaya sehingga membuat setiap pengunjung yang datang terkesima.


M HAERUDDIN-PRAYA


DESA Setanggor merupakan salah satu desa di Kecamatan Praya Barat. Untuk sampai ke desa ini, pengunjung harus menempuh jarak sekitar sepuluh kilomter dari pusat kota Praya. Atau, berjarak sekitar 5 kilometer dari sentra kerajinan gerabah Desa Penujak.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, desa itu populer dengan jagronya sebagai desa pariwisata yang memadukan keindahan alam desa dengan kesenian dan budaya. Popularitas ini telah membuat wisatawan kepincut, baik domestik maupun mancanegara. Bahkan, sejumlah pejabat negara juga sudah menyempatkan diri berkunjung ke desa ini. Tak heran, jika kemudian desa itu dinobatkan menjadi juara I desa inovasi pengembangan pariwisata Kabupaten Lombok Tengah tahun 2017.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke desa itu, tak hanya akan dimanjakan dengan pemandangan alam pedesaan yang hijau marau oleh tanaman padi dan palwija. Tetapi, pesonanya akan semakin terlihat dengan banyak pajangan seni dan budaya di desa itu. Mulai dari alat musik tradisonal, sanggar seni, kelompok seni tari, instrumen gong berusia ratusan tahun, kelompok gamelan yang dimainkan dari anak- anak hingga orang dewasa, dan tradisi membaca naskah (lontar) pada waktu-waktu tertentu. Semua kekayaan seni budaya itu menjadikan Desa Setanggor berbeda dengan desa lainnya.

Menurut Kepala Desa Setanggor, Srijaya , kekayaan alam serta seni dan budaya desanya telah berbuah manis bagi masyarakat setempat. Semenjak desa itu tercetus menjadi desa pariwisata, dampaknya sangat positif. Ramainya kunjungan wisatawan telah mempu merubah perekonomian masyarakat setempat. Karenanya, pihaknya sudah mecanangkan agar satu rumah memiliki kamar untuk disewakan (homestay).  “Kita baru satu tahun berbenah untuk memajukan Desa Stanggor menjadi desa wisata. Hasilnya cukup memuaskan, karena setiap hari selalu ada saja tamu yang berkunjung. Sehingga kami juga dalam waktu dekat akan mencoba menerapkan dalam setiap rumah harus ada homestay,” kata Srijaya kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (3/1).