Desa Setanggor, Juara I Desa Inovasi Pengembangan Pariwisata di Lombok Tengah

Satu Rumah Satu Homestay, Padukan Alam dan Seni Budaya Gaet Wisatawan

Kata Srijaya, konsep wisata yang diterapkannya sebenarnya sangat sederhana. Pemerintah desa dan masyarakat setempat hanya fokus memberdayakan dua dusun untuk dijadikan destinasi wisata. Yaitu, Dusun Mertak Seni khusus untuk pariwisata budaya, seperti kesenian gendang beleq, seni tari, gamelan, dan beberapa model kesenian dan budaya lainya. Sementara untuk Dusun Pondok Wejeng khusus untuk wisata yang mengedepankan keindahan alam, seperti pertanian dan perkebunan.

Sebenarnya, lanjut Srijaya,  dari 14 dusun di Desa Setanggor, semuanya memiliki potensi yang sangat menarik untuk para wisatawan. Hanya saja, pemdes fokus menggarap dua dusun saja. Karena jualan wisata desa itu adalah keindahan alam pedesaan dan seni budaya. Jadi, setelah wisatawan mengunjui tempat pertanian, kemudian langsung disuguhkan kesenian dan budaya oleh masyarakat. ‘’Semua ini terlaksana atas jalinan dan kerja sama serta kekompakan masyarakat kita,’’ ujarnya.

Senada ditambahkan tokoh adat Desa Stanggor, Mahnep, adat budaya di desanya telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Karenanya, dia dan sejumlah tokoh lainnya bertekad menjadikan desanya sebagai desa wisata seni dan budaya. Setiap wisatawan yang mengunjungi desanya akan disuguhkan dengan tontotan seni budaya. Seperti gamelan dan atraksi budaya lainnya. “Wisatawan yang datang biasanya rombongan. Sehingga kami selalu menjamunya dengan berbagai kesenian dengan harapan kedatangan para wisatawan itu bisa berkesan,” tandasnya. (**)

BACA JUGA :  Kiprah Yunita Susanti Menyulap Kain Tenun jadi Sepatu Etnik