BI Kembangkan Klaster Ternak Sapi di Sumbawa

KLASTER TERNAK SAPI: Kepala BI NTB, Prijono bersama unsur pemerintah daerah di Sumbawa saat peresmian bantuan klaster ternak sapi di Dusun Batu Tering, Kecamatan Moyo Hulu, Sumbawa (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyerahkan bantuan kepada Kelompok Klaster Ternak Sapi di Desa Batu Tering,Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa. Bantuan berupa pembangunan infrastruktur dasar dan sarana pendukung, seperti kandang timbang, kandang komunal, bangunan sekretariat dan talud itu senilai Rp 95 juta, diberikan dalam rangka program sosial Bank Indonesia.

Klaster ternak sapi di Desa Batu Tering dilaksanakan oleh empat kelompok dari empat dusun dengan fokus utama budidaya ternak dengan pola pengandangan dan pemberian pakan hijauan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi NTB, Prijono mengatakan, pengembangan klaster ini sendiri adalah bentuk kolaborasi antara BI NTB dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kabupaten Sumbawa, Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kantor Pertanahan Kabupaten Sumbawa, dan PT. Bank NTB dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas, kualitas, dan daya saing komoditas sapi di Desa Batu Tering.

“Pengembangan klaster ini dapat memenuhi kebutuhan daging sapi di NTB dalam rangka swasembada daging sapi sekaligus meningkatkan pendapatan dan memberdayakan masyarakat,” kata Prijono Sabtu (15/10).

Sebagai informasi, komoditas ketahanan pangan penyumbang inflasi nasional antara lain sapi, cabai, bawang merah, bawang putih dan kedelai. Pemberian bantuan dan pengembangan klaster usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) oleh Bank Indonesia tidak lepas dari latar belakang bahwa UMKM memiliki peran strategis di Provinsi NTB, baik dari sisi jumlah unit usaha, sumbangan terhadap PDRB, dan penyerapan tenaga kerja.

Prijono berharap dengan kegiatan pengembangan ini dapat mendukung pencapaian tugas Bank Indonesia dalam mewujudkan stabilitas moneter melalui pengendalian inflasi dari sisi penawaran sekaligus stabilitas sistem keuangan melalui terlaksananya fungsi intermediasi perbankan yang lebih seimbang dan sistem pembayaran melalui dukungan terhadap penggunaan rupiah serta pemanfaatan elektronifikasi pembayaran.

Selain bantuan fisik berupa pembangunan infrastruktur klaster pengembangan sapi, KPw BI NTB juga memberikan pelatihan teknologi budidaya dan kesehatan ternak kepada kelompok ternak di Desa Batu Tering.

Selain itu, melihat potensi pengembangan ekonomi yang sangat besar melalui pemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk organik dan pemanfaatan areal tanam dengan penanaman tanaman kebutuhan pokok, seperti padi dan jagung maupun komoditas penyumbang inflasi, seperti bawang merah, cabai dan tomat. Selain potensi peternakan dan pertanian, kawasan wisata yang dimiliki Desa Batu Tering seperti area Liang Bukal, Liang Petang, dan Sarkofagus sangat potensial untuk dikembangkan dan menjadi sumber ekonomi baru.

Prijono menyampaikan bahwa pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPID Tahun 2015, Presiden Republik Indonesia bersama Gubernur Bank Indonesia memberikan pandangan bahwa pengendalian inflasi sangatlah penting dalam menjaga daya beli masyarakat. “Pertumbuhan ekonomi tinggi yang tidak disertai angka inflasi yang rendah akan menjadi sia-sia”, ujar Prijono.

Kegiatan penyerahan bantuan PSBI di Desa Batu Tering diawali dengan sosialisasi kawasan rumah pangan lestari oleh Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Sumbawa, dan dimeriahkan dengan lomba mewarnai dan lomba puzzle yang diikuti siswa TK dan SD, serta lomba memasak dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar Desa Batu Tering yang diikuti oleh ibu-ibu. Rangkaian kegiatan lomba dan sosialisasi dengan tema “Aku Cinta Rupiah” ini diharapkan dapat menghibur sekaligus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada dalam memenuhi kebutuhan. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid