Banyak Sampah Tercecer di Kota Praya

M Amir Ali (M HAERUDDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA – Maraknya ceceran sampah di Kota Praya menjadi tantangan baru bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat.

Kepala DLH Lombok Tengah, M Amir Ali menyatakan, masih banyak sampah tercecer meski setiap hari dibersihkan. Persoalan ini terjadi karena kurangnya kesadaran masyarakat. Ceceran sampah ini banyak ditemukan karena tak hanya dibuang masyarakat Kota Praya saja, melainkan banyak dari luar Kota Praya. ‘’Banyak orang datang ke Kota Praya bawa sampah dari rumahnya. Mereka kemudian membuang sampah begitu saja di tempat sembarangan, sehingga banyak ditemukan berceceran,’’ sebut Amir Ali kepada Radar Lombok, Kamis (19/8).

Untuk itu, Amir kembali mengimbau, agar masyarakat bersama-sama membangun kesadaran dalam membuang sampah. Tapi selama ini, DLH selalu menjadi sasaran masyarakat ketika menemukan banyak tumpukan sampah. “Sampah yang berserakan ini masalahnya bukan sama kita, tapi masyarakat yang tidak mengerti pengelolaan sampah yang baik. Maunya kita jemput di rumah masing-masing dan sudah kita lakukan. Tapi perlu disampaikan banyak yang tercecer di dalam kota, bukan sampah dari dalam kota tapi dibuang ke dalam kota oleh orang luar,” tambah Amir Ali.

BACA JUGA :  Panjar Rp 2 Miliar, Jika Hilang Uang Melayang

Selain itu, sebut Amir, masyarakat juga kurang berkoordinasi dengan pemerintah desa dalam mengatasi persoalan sampah. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui lokasi pembuangan sampah. Padahal mereka memiliki usaha yang bisa menghasilkan sampah setiap harinya. “Karena mereka bingung, maka cara mudah sampah mereka bawa saat ke pasar Renteng misalnya dan dibuang sembarangan. Sebenarnya kalau penanganan sampah dalam kota terkelola dengan baik. Tapi ini sambil ke pasar sambil buang sampah. Padahal kita sudah sangat maksimal melakukan penjemputan sampah ini,” terangnya.

Amir Ali menegaskan, yang menjadi persoalan jika dari dinas tidak mengetahui kapan masyarakat membuang sampah, terutama di pinggir jalan. Mengingat oleh dinas kalau di kota rutin mengarahkan depo pengangkutan sampah ke rumah warga agar nantinya sampah tersebut tidak tercecer. “Yang jelas permasalahan ini kembali lagi ke manusia dan bukan terletak pada sarana dan prasarana. Karena kita sudah lengkap tapi kesadaran orang buang sampah ditempat yang semestinya masih kurang,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pemkab Loteng Bagikan 29.676 Kartu Program Keluarga Harapan

Disampaikan, saat ini alat yang dimiliki oleh dinas dalam menangani sampah ada truk 18 dan amrol ada delapan unit. Untuk truk memang hanya lima yang bisa beroperasi maksimal, sementara tiga masih kurang maksimal akibat kendaraan tersebut pengadaannya sudah lama. “Memang kalau berbicara cakupan Lombok Tengah, jelas kita tidak mampu menangai sampah ini. Karena kebutuhan cukup besar dan pengusulan untuk pengadaan alat tetap kita lakukan tapi kemampuan keuangan harus kita liat juga. Jangan sampai kita mengusulan saja tapi kondisi keuangan terbatas. Tapi untuk penanganan di kota dengan alat yang kita miliki sudah cukup baik,” terangnya. (met)