Bank BTN Berikan Kemudahan Angsuran Rumah Subsidi

Bank BTN

MATARAM—Keberhasilan program pembangunan 1 juta unit rumah di Indonesia, tak terlepas dari peran penting Bank Tabungan Negara (BTN) yang menjadi pelopor pembiayaan perumahan. Tak hanya menyiapkan pembiayaan untuk perumahan reguler, Bank BTN hadir memberikan solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapakatkan kredit rumah murah subsidi.

Bank BTN sebagai bank milik pemerintah hadir menjadi yang terdepan mensukseskan program pemerintah menyiapkan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Melalui program rumah subsidi, Bank BTN mengandeng puluhan pengembang dalam menyiapkan rumah dengan harga murah dan juga angsuran yang terjangkau.

"Kami di Bank BTN terus memperbanyak kuota rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang ada di Provinsi NTB," kata Kepala Bank BTN Cabang  Mataram, Elvis Sahari, Senin (6/3).

Sejak pertamakali diluncurkan program rumah subsidi, Bank BTN menjadi stu-satunya lembaga perbankan yang sanggup meng-cover  pembiayaan untuk rumah subsidi tersebut pada tahun 2015. Ketika itu, untuk wilayah NTB terealisasi sebanyak 306 unit rumah dengan jumlah pengembang yang ikut terlibat dalam program pembangunan rumah subsidi tersebut hanya beberapa saja.

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

Kemudian di tahun 2016, realisasi pembangunan rumah subsidi meningkat menjadi 1.800 unit rumah. Jumlah tersebut memang masih tidak memenuhi target yang telah diberikan untuk Provinsi NTB sebanyak 3.000 unit rumah subsidi. Sementara di tahun 2017 ini, Bank BTN menargetkan realisasi pembangunan rumah subsidi di NTB meningkat sebesar 30 persen dari kuota tahun 2016.

Hal tersebut, berdasarkan masih tingginya jumlah penduduk di NTB yang belum memiliki rumah. Bahkan dari data pemerintah daerah bahwa deadlock di NTB mencapai 1juta lebih kepala keluarga (KK) yang belum memiliki rumah. Oleh karena itu, Bank BTN secara optimal bersama perusahaan pengembang untuk bisa merealisasikan target pembangunan rumah subsidi.

Menurut Elvis, minimnya realisasi rumah subsidi pada tahun 2016 bukan karena ketidaksiapan Bank BTN selaku lembaga perbankan yang membiayai program rumah subsidi. Melainkan karena keterbatasan internal di sejumlah pengembang. Karena Bank BTN secara kesiapan dana untuk memberikan pembiayaan perumahan subsidi tersebut tidak terbatas.

"Pada prinsipnya tidak ada batasan maksimal, melainkan yang ada itu realisasi minimal. Artinya kami di Bank BTN siap membiayai berapapun realisasi rumah subsidi yang dibangun oleh pengembang," jelas Elvis.

Lebih lanjut Elvis mengatakan, pada tahun 2017, jumlah perusahaan pengembang perumahan yang mendaftar untuk ikut tergabung dalam program rumah subsidi melalui Bank BTN di Provinsi NTB sudah lebih dari 10 perusahaan. Ini menunjukan, layanan prima yang diberikan Bank BTN cepat dan tepat kepada pengembang selaku mitra dalam mensukseskan program rumah subsidi dirasakan langsung oleh perusahaan pengembang.

Semakin banyak pengembang, maka semakin bagus juga untuk masyarakat dalam memilih jasa dalam mendapatkan rumah subsidi ini.  Bank BTN tetap mengedepankan dan memberikan layanan prima. Intinya masyarakat itu tidak memiliki kredit bermasalah dan memiliki kemampuan membayar angsuran bulanannya.

"Tahun 2017 ini harga rumah subsidi sebesar Rp141 juta dengan angsuran perbulannya Rp800-an ribu. Untuk uang muka, sebesar 1 persen dari total harga rumah," tutupnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid